Ecozone

Meta Batalkan Komitmen Energi Bersih demi Kejar Ledakan AI

10
×

Meta Batalkan Komitmen Energi Bersih demi Kejar Ledakan AI

Sebarkan artikel ini
Logo Meta terpampang di gedung perkantoran dengan latar belakang pusat data teknologi
Meta memutuskan keluar dari komitmen energi terbarukan 100 persen demi mendukung kebutuhan listrik infrastruktur AI.

Jakarta – Perusahaan teknologi global Meta Platforms secara resmi memutuskan untuk keluar dari komitmen penggunaan energi terbarukan 100 persen atau RE100 pada Minggu (26/7/2026), seiring dengan melonjaknya kebutuhan listrik untuk mendukung ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Dilansir dari AFP, keputusan strategis tersebut menandai perubahan arah kebijakan induk perusahaan Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Threads dalam upaya mengamankan pasokan listrik bagi pusat data mereka di seluruh dunia.

Selama ini, Meta dikenal sebagai salah satu pelopor perusahaan teknologi yang mengedepankan penggunaan listrik dari sumber terbarukan demi mencapai operasional yang ramah lingkungan.

Namun, pihak perusahaan menilai bahwa pasokan energi bersih saat ini belum mampu mengimbangi pertumbuhan konsumsi listrik yang masif akibat kebutuhan komputasi AI yang terus meningkat secara drastis.

Sebagai konsekuensi dari perubahan ini, Meta kini membuka peluang lebih luas untuk menggunakan pembangkit listrik berbahan bakar gas alam guna memasok energi ke pusat data baru mereka.

Pihak perusahaan menganggap penggunaan gas alam sebagai solusi yang jauh lebih cepat dibandingkan harus menunggu pembangunan infrastruktur energi terbarukan atau jaringan transmisi listrik baru yang memakan waktu lama.

Langkah ini dilakukan di tengah masifnya pembangunan pusat data, termasuk rencana pengoperasian 10 pembangkit listrik berbahan bakar gas untuk fasilitas Hyperion di Louisiana, Amerika Serikat.

Juru bicara Meta menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen meningkatkan investasi di sektor energi terbarukan meski telah keluar dari keanggotaan RE100.

Menurut perusahaan, keputusan tersebut tidak akan mengubah target jangka panjang untuk menyeimbangkan seluruh konsumsi listrik mereka dengan pasokan energi bersih melalui perjanjian pembelian listrik jangka panjang atau power purchase agreement (PPA).

Di sisi lain, Climate Group selaku pengelola inisiatif RE100 menyatakan bahwa pendekatan Meta saat ini tidak lagi memenuhi kriteria teknis yang telah ditetapkan organisasi.

“Setelah beberapa percakapan mendalam antara Meta dan Climate Group, Meta telah menarik diri dari inisiatif RE100 karena tidak lagi dapat memenuhi kriteria teknis sebagai akibat investasi yang dilakukan pada pembangkit listrik berbahan bakar gas baru,” kata juru bicara Climate Group.

Kebutuhan listrik industri AI memang meningkat pesat karena pelatihan model bahasa besar membutuhkan ribuan hingga jutaan chip berperforma tinggi yang beroperasi tanpa henti di pusat data skala besar.

Pembangkit listrik tenaga surya dan angin dinilai memiliki waktu konstruksi yang terlalu lama untuk memenuhi lonjakan permintaan energi yang terjadi dalam waktu singkat bagi kebutuhan industri teknologi.

Penggunaan gas alam yang dikategorikan sebagai bahan bakar fosil tetap menuai kritik karena potensi emisi metana yang dihasilkan selama proses ekstraksi dan pengeboran.

Selain Meta, perusahaan raksasa lain seperti Microsoft dan Google dilaporkan tengah menjajaki kemitraan serupa untuk memastikan keandalan pasokan listrik bagi pusat data mereka.

Analis industri menilai pergeseran strategi ini berpotensi memberikan keuntungan bisnis bagi penyedia gas alam, operator utilitas, serta pengembang infrastruktur pusat data di masa mendatang.