Jakarta – China bersama 28 negara, termasuk Indonesia, resmi membentuk World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) untuk menyusun tata kelola pengembangan kecerdasan buatan (AI) global.
Organisasi antarpemerintah yang berbasis di Shanghai ini disahkan pada 16 Juli 2026.
Presiden China, Xi Jinping, memperkenalkan WAICO di sela-sela pembukaan World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026, Jumat (17/7).
Peresmian tersebut turut disaksikan oleh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.
Xi menegaskan pengembangan teknologi AI harus menjadi simfoni kerja sama internasional, bukan panggung solo bagi satu negara.
Ia secara implisit menyentil Amerika Serikat dengan menentang penggunaan isu keamanan nasional untuk membatasi kemajuan teknologi negara lain.
“Kita harus bersama-sama menentang sikap yang berlebihan dalam mengaitkan konsep keamanan nasional dengan bidang AI,” ujar Xi dalam pidatonya.
WAICO dibentuk untuk mempromosikan kerja sama lintas negara dan merumuskan regulasi AI yang aman serta bermanfaat bagi kemanusiaan.
Analis menilai Beijing akan memanfaatkan koalisi ini sebagai kendaraan politik untuk mengarahkan kebijakan AI di tingkat Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Bagi China, AI merupakan pilar strategis industri yang telah didukung investasi masif, mulai dari produksi cip hingga aplikasi konsumen.
Ambisi ini memicu kompetisi sengit dengan Amerika Serikat, terutama dalam penguasaan teknologi cip untuk kebutuhan militer dan sistem AI.
Meski masih tertinggal dari AS dalam akses semikonduktor canggih, China memiliki keunggulan dalam penyediaan energi untuk pusat data raksasa.
Beijing saat ini memproduksi listrik dua kali lipat lebih banyak dibandingkan AS berkat investasi besar pada jaringan energi nasional.
Selain itu, China mendominasi produksi mineral tanah jarang yang menjadi komponen krusial dalam pembuatan cip.
Sebanyak 29 negara pendiri WAICO mayoritas berasal dari blok Global South.
Negara-negara tersebut meliputi Indonesia, Brasil, Malaysia, Afrika Selatan, Rusia, Pakistan, Aljazair, Belarusia, Kamboja, Kamerun, Kongo, Kuba, Etiopia, Kazakhstan, Kenya, Kyrgyzstan, Laos, Lesotho, Mozambik, Myanmar, Nikaragua, Oman, Senegal, Serbia, Tajikistan, Uzbekistan, Venezuela, dan Zambia.







