Ecozone

RANS Buka Suara Terkait Isu Pencucian Uang Jelang IPO

15
×

RANS Buka Suara Terkait Isu Pencucian Uang Jelang IPO

Sebarkan artikel ini
5b1af215ac487e0f03d0ca29dba83bd2.jpg
5b1af215ac487e0f03d0ca29dba83bd2.jpg

Jakarta – PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), perusahaan yang dimiliki oleh pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7/2026) untuk menghimpun dana segar melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 429,25 miliar di tengah bantahan keras manajemen terkait isu dugaan pencucian uang yang sempat beredar di publik.

Dilansir dari laman berita MSN, Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, menegaskan bahwa seluruh proses penawaran saham telah mengikuti ketentuan ketat yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak bursa.

“Jadi, kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumors yang ada daripada faktanya yang ada,” kata Darwin.

Pihak manajemen menilai bahwa peningkatan valuasi perseroan yang kini mencapai lebih dari Rp 2 triliun merupakan hasil dari kinerja operasional serta masuknya investasi strategis dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) pada tahun 2021 sebesar Rp 248 miliar.

Darwin menyatakan bahwa transparansi yang dilakukan melalui proses IPO merupakan langkah krusial untuk mengklarifikasi berbagai tudingan miring yang tidak memiliki dasar hukum maupun fakta pendukung.

Data dalam prospektus menunjukkan bahwa terdapat tujuh entitas anak usaha RANS yang saat ini tidak beroperasi, termasuk PT Rans Keluarga Bersama, PT Rans Olahraga Digital, PT Rans Karnaval Internasional, PT Rans Karnaval Indonesia, PT Rans Boga Indonesia, PT Manusia Masa Depan, dan PT Rans Surya Aktivasi.

Kinerja keuangan perseroan mengalami tekanan sepanjang tahun 2025 dengan penurunan pendapatan sebesar 13,91% menjadi Rp 353,37 miliar dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp 410,49 miliar.

Penurunan tersebut disebabkan oleh merosotnya segmen brand ambassador dan manajemen talenta sebesar 51,55% serta berkurangnya pendapatan dari penjualan produk berbasis kekayaan intelektual sebesar 12,69%.

Laba bersih perusahaan juga tercatat mengalami kontraksi sebesar 41,6% menjadi Rp 56,68 miliar akibat hilangnya kontribusi keuntungan nonberulang dari pelepasan entitas anak yang sempat terjadi pada tahun 2024.

Pada debut perdananya, saham RANS mencatatkan performa positif dengan kenaikan harga sebesar 34,12% ke level Rp 228 per lembar dari harga penawaran yang ditetapkan sebesar Rp 170 per saham.

Aksi korporasi ini melibatkan pelepasan 2,52 miliar saham baru atau setara dengan 20,02% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Perusahaan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek untuk memastikan kelancaran proses pencatatan saham perdana tersebut.

RANS tercatat menjadi emiten ketujuh yang berhasil melantai di bursa sepanjang tahun berjalan dengan volume perdagangan mencapai 7.683 saham pada sesi pembukaan.

Manajemen berupaya meyakinkan investor bahwa struktur bisnis perusahaan telah memenuhi standar kepatuhan regulasi yang berlaku di pasar modal Indonesia.