BeritaPolitik

TNI Perketat Pengamanan Kediaman Jampidsus Febrie Adriansyah Pasca Penggeledahan Polisi

12
×

TNI Perketat Pengamanan Kediaman Jampidsus Febrie Adriansyah Pasca Penggeledahan Polisi

Sebarkan artikel ini
rumah-jampidsus-dijaga-ketat-tni-pascapenggeledahan-polisi-di-sebuah-restoran-dan-money-changer
rumah jampidsus dijaga ketat tni pascapenggeledahan polisi di sebuah restoran dan money changer

Jakarta – Kejaksaan Agung melakukan penambahan personel pengamanan dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) di kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Pengamanan di rumah yang berlokasi di Jalan Radio I Nomor 5, Keramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kini terpantau semakin ketat. Sejak Rabu (8/7/2026) sore, lebih dari 20 prajurit TNI tampak berjaga di lokasi tersebut, baik dengan seragam dinas maupun berpakaian sipil.

Pengerahan personel tambahan ini dilakukan tak lama setelah tim kepolisian dari Direskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Mabes Polri melakukan penggeledahan. Operasi aparat kepolisian tersebut menyasar Restoran de Clan Signature serta Koinn Money Changer di Jalan Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan, sejak Rabu (8/7/2026) siang.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti kaitan antara upaya hukum di lokasi restoran tersebut dengan pengetatan keamanan di kediaman Jampidsus Febrie.

Perlu dicatat bahwa Restoran de Clan merupakan lokasi yang dulunya dikenal dengan nama Gontran Cherrier, sebuah rumah makan khas Prancis. Tempat tersebut menjadi sorotan pada Mei 2024 lalu karena menjadi lokasi penangkapan seorang anggota Densus 88 oleh pasukan TNI yang mengawal Febrie.

Anggota Densus 88 tersebut ditangkap lantaran kedapatan melakukan penguntitan terhadap Jampidsus. Peristiwa itu menjadi titik awal Febrie Adriansyah mendapatkan pengawalan ketat dari personel TNI yang terus berlanjut hingga saat ini.

Kediaman Febrie di kawasan Kebayoran Baru sendiri tercatat pernah menjadi target penggeledahan oleh tim Polda Metro Jaya pada Agustus 2025.

Kala itu, polisi berencana melakukan penggeledahan terkait penyidikan kasus tindak pidana kekerasan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, dengan dugaan pelaku kekerasan mencari perlindungan di rumah Febrie.

Namun, upaya penggeledahan tersebut berakhir gagal. Hal itu terjadi karena pasukan TNI yang berjaga di lokasi menolak kehadiran tim kepolisian.