News

Massa Padati Jalanan Sambut Kedatangan Jenazah Khamenei di Irak

10
×

Massa Padati Jalanan Sambut Kedatangan Jenazah Khamenei di Irak

Sebarkan artikel ini
ad4c6f0ca9292c718836e65894a15af4.jpg
ad4c6f0ca9292c718836e65894a15af4.jpg

Najaf, Fenesia.com – Ribuan pelayat memadati jalanan kota suci Najaf, Irak, pada Rabu (8/7) untuk memberikan penghormatan terakhir bagi mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Prosesi penghormatan ini menandai babak baru dalam rangkaian pemakaman resmi yang digelar setelah sosok berpengaruh tersebut gugur akibat serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.

Iring-iringan jenazah tiba di Najaf setelah menempuh perjalanan udara dari Iran menuju kota yang berjarak sekitar 800 kilometer dari Teheran tersebut.

Massa yang memadati lokasi terlihat membawa potret mendiang Khamenei di sepanjang jalur yang dilalui rombongan.

Mereka juga meneriakkan kecaman terhadap Amerika Serikat dan Israel, demikian dikutip dari AFP pada Senin (6/7/2026).

Suasana duka menyelimuti kota tersebut saat iring-iringan jenazah melintasi jalan-jalan utama Najaf dengan pengawalan ketat.

Warga setempat terlihat mengibarkan bendera Irak dan Iran secara berdampingan sebagai bentuk solidaritas.

Najaf dipilih menjadi titik krusial dalam perjalanan terakhir ini karena memiliki posisi religius yang sangat istimewa bagi umat Syiah di seluruh dunia.

Kota ini merupakan lokasi pemakaman Imam Ali, yang dikenal sebagai sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW.

Setibanya di Najaf, rombongan jenazah disambut langsung oleh Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi di Bandara Internasional Najaf.

Sejumlah tokoh penting serta ulama terkemuka juga tampak hadir di bandara untuk menyambut kedatangan jenazah tersebut, dikutip dari Reuters.

Ia menambahkan bahwa rombongan delegasi dari Iran dipimpin langsung oleh Presiden Masoud Pezeshkian.

Selain kepala negara, hadir pula jajaran komandan tinggi dari Korps Garda Revolusi Iran dalam prosesi tersebut.

Setelah menyelesaikan rangkaian acara di Najaf, jenazah dijadwalkan untuk segera dibawa menuju kota suci Karbala.

Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan panjang sebelum jenazah dipulangkan kembali ke tanah airnya.

Nantinya, jenazah akan diterbangkan kembali ke Iran untuk dimakamkan di Masyhad.

Lokasi tersebut dipilih karena merupakan kampung halaman mendiang Ayatollah Ali Khamenei.

Kehadiran massa dalam jumlah besar di Najaf menunjukkan betapa besarnya pengaruh sang pemimpin bagi pengikutnya di kawasan Timur Tengah.

Situasi di lapangan terpantau kondusif meski tensi politik regional sedang berada dalam titik didih yang tinggi pasca-serangan Februari lalu.

Aparat keamanan setempat dikerahkan secara maksimal untuk memastikan kelancaran prosesi pemakaman lintas negara ini.

Pemerintah Irak sendiri memberikan perhatian khusus terhadap rangkaian perjalanan jenazah sebagai bentuk penghormatan diplomatik.

Seluruh agenda pemakaman ini menjadi perhatian dunia internasional di tengah ketidakpastian stabilitas keamanan di Timur Tengah.

Prosesi di Najaf dan Karbala menjadi simbol persatuan bagi para pengikut Syiah dalam menghadapi kehilangan sosok pemimpin mereka.