Berita

Komdigi Targetkan Kecepatan Internet Nasional Tembus 100 Mbps dalam Dua Tahun

15
×

Komdigi Targetkan Kecepatan Internet Nasional Tembus 100 Mbps dalam Dua Tahun

Sebarkan artikel ini
rata-rata-kecepatan-internet-indonesia-ditargetkan-100-mbps-di-2028
rata rata kecepatan internet indonesia ditargetkan 100 mbps di 2028

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan peningkatan kecepatan rata-rata internet nasional hingga mencapai angka 100 Mbps dalam dua tahun mendatang. Pemerintah berkomitmen memastikan akses internet berkualitas ini dapat dinikmati masyarakat secara merata dengan biaya yang lebih terjangkau.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengungkapkan bahwa target tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan internet.

“Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira-kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah,” ujar Nezar dalam keterangannya, Minggu (6/7).

Nezar menyampaikan hal tersebut saat berdialog dengan jajaran pegawai Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu (4/7). Baginya, ketersediaan konektivitas yang mumpuni telah menjadi kebutuhan mendasar bagi publik saat ini.

Upaya percepatan konektivitas ini merupakan inti dari visi Kemkomdigi yang mengusung tema Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Infrastruktur digital yang kuat dianggap sebagai fondasi utama untuk memicu pertumbuhan ekonomi digital, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta mempermudah akses terhadap layanan publik digital.

Guna mencapai target tersebut, Komdigi terus mendesak operator telekomunikasi agar meningkatkan investasi jaringan mereka. Langkah strategis yang dilakukan meliputi perluasan serat optik, penguatan layanan fixed broadband, hingga pemanfaatan teknologi satelit untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani optimal.

“Kemarin kita juga mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan belanja modal mereka sehingga dapat menjangkau daerah-daerah pinggiran,” tuturnya.

Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan akses internet yang lebih terjangkau dengan kualitas layanan yang lebih baik bagi masyarakat luas, imbuhnya.

Di sisi lain, Nezar mengakui bahwa pemerataan akses internet masih menjadi tantangan signifikan bagi pemerintah. Meski pembangunan infrastruktur terus diakselerasi, keberadaan wilayah yang belum terjangkau sinyal atau blank spot masih ditemukan, termasuk di beberapa kawasan di Pulau Jawa.

“Kita harus menutup kesenjangan infrastruktur dan konektivitas yang masih ada, termasuk mengatasi wilayah-wilayah yang masih mengalami blank spot,” katanya.

Pemerintah kini menerapkan pendekatan yang lebih terpadu guna mempercepat pembangunan konektivitas nasional. Selain melanjutkan pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal, penguatan jaringan dilakukan dengan mengombinasikan serat optik, layanan broadband tetap, dan konektivitas satelit agar layanan internet menjadi lebih andal.