Ecozone

Menakar Potensi IPO RANS Milik Raffi-Nagita: Cuan atau Jebakan?

21
×

Menakar Potensi IPO RANS Milik Raffi-Nagita: Cuan atau Jebakan?

Sebarkan artikel ini

Langkah perusahaan media milik pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini memicu perdebatan mengenai urgensi pendanaan serta transparansi operasional entitas bisnis di bawah naungannya.

ed7af66fb019f31c83c621a698373b64.jpg
ed7af66fb019f31c83c621a698373b64.jpg

Jakarta, Fenesia.com – Rencana PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026 mendatang menuai beragam respons dari pelaku pasar.

Langkah perusahaan media milik pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini memicu perdebatan mengenai urgensi pendanaan serta transparansi operasional entitas bisnis di bawah naungannya.

Perseroan dijadwalkan melepas 2,52 miliar saham baru ke publik, yang setara dengan 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor.

Harga penawaran ditetapkan di batas atas, yakni Rp 170 per lembar saham, dengan potensi perolehan dana segar hingga Rp 429,25 miliar.

Trimegah Sekuritas Indonesia telah ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek untuk mengawal proses penawaran umum perdana saham tersebut.

Namun, prospektus perusahaan mengungkapkan catatan operasional yang perlu dicermati oleh calon investor.

Terdapat tujuh anak usaha RANS yang tercatat tidak beroperasi, termasuk unit bisnis di sektor kuliner, event organizer, hingga taman rekreasi.

Entitas yang tidak beroperasi tersebut antara lain PT Rans Keluarga Bersama, PT Rans Olahraga Digital, serta PT Rans Boga Indonesia.

Kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun 2025 juga menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan.

Pendapatan RANS tercatat merosot 13,91% secara tahunan menjadi Rp 353,37 miliar dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp 410,49 miliar.

Penurunan pendapatan ini berdampak langsung pada laba bersih perusahaan yang terkoreksi 41,6% menjadi Rp 56,68 miliar.

Pihak manajemen menyebut penurunan laba ini dipengaruhi oleh basis perbandingan yang tinggi pada tahun sebelumnya.

Terkait penggunaan dana hasil IPO, perusahaan berencana mengalokasikan 6,98% untuk pelunasan utang kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Sebagian besar dana, yakni 37,61%, akan digunakan sebagai modal kerja penyelenggaraan konser di berbagai daerah.

Sisanya akan dialokasikan untuk pengembangan bisnis, termasuk pembangunan wahana Cipungland dan akuisisi PT Rans Kosmetika Indonesia.

Struktur kepemilikan saham RANS sebelum IPO didominasi oleh Raffi Ahmad sebesar 78,68%.

Terdapat pula nama-nama strategis seperti PT Indonesia Entertainment Grup, Dony Oskaria, hingga Kaesang Pangarep dalam daftar pemegang saham.

Menanggapi kekhawatiran mengenai potensi exit liquidity bagi pemegang saham lama, analis dari Panin Sekuritas, Elandry Pratama, memberikan pandangannya.

“Brand yang kuat biasanya membantu membentuk market sentiment dan menarik trading interest pada fase awal IPO,” ujarnya dikutip dari Katadata.co.id, Selasa (6/7/2026).

Elandry menilai, investor sebaiknya fokus pada aspek tata kelola perusahaan dan kewajaran valuasi daripada sekadar spekulasi isu hukum yang belum terbukti.

Sementara itu, riset dari Henan Putihrai Sekuritas menyoroti risiko key-man yang melekat pada figur Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Risiko ini dinilai menjadi faktor penentu utama di samping pertumbuhan pendapatan yang sedang melambat.

Kapitalisasi pasar RANS diperkirakan berada di kisaran Rp 1,70 hingga Rp 2,14 triliun dengan rasio PER antara 30 hingga 38 kali.