Ecozone

IHSG Terkoreksi 0,81 Persen, Rupiah Kian Tertekan Mendekati Rp18.000

11
×

IHSG Terkoreksi 0,81 Persen, Rupiah Kian Tertekan Mendekati Rp18.000

Sebarkan artikel ini
91d2ca225357bc72c7e455f650706a7c.jpg
91d2ca225357bc72c7e455f650706a7c.jpg

Jakarta, Fenesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan pertama bulan Juli dengan performa yang kurang memuaskan.

Pasar modal domestik tertekan hingga harus berakhir di zona merah pada penutupan sesi pertama perdagangan hari Senin (6/7).

Data dari Stockbit mencatat bahwa IHSG mengalami koreksi sebesar 10,81 poin atau setara dengan 0,18 persen.

Posisi indeks saat ini menetap di level 5.864,968.

Aktivitas perdagangan pada sesi pagi ini melibatkan volume transaksi sebesar 10,72 miliar saham.

Nilai transaksi yang tercatat di bursa mencapai angka Rp 4,76 triliun.

Tingginya frekuensi perdagangan mencapai 912.073 kali transaksi sepanjang sesi pertama.

Tekanan pada pasar saham juga terjadi beriringan dengan pelemahan mata uang rupiah.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terdepresiasi sebesar 30 poin atau sekitar 0,17 persen.

Kini, mata uang garuda berada di level Rp 17.993 per dolar AS.

Di tengah sentimen negatif tersebut, sejumlah saham tetap mencatatkan lonjakan harga yang signifikan.

Saham Leyand International (LAPD) memimpin daftar top gainers setelah menguat 27,59 persen ke harga 74.

Diikuti oleh Sekar Bumi (SKBM) yang menanjak 24,42 persen ke level 535.

Nusatama Berkah (NTBK) juga mencatat kenaikan sebesar 22,00 persen menjadi 61.

Andalan Sakti Primaindo (ASPI) turut menguat 18,36 persen ke level 490.

Haloni Jane (HALO) melengkapi jajaran penguat dengan kenaikan 17,54 persen ke harga 67.

Sebaliknya, tekanan jual melanda beberapa emiten yang masuk dalam kategori top losers.

Delta Djakarta (DLTA) memimpin penurunan dengan koreksi 7,61 persen ke level 1.760.

Widiant Jaya Krenindo (WIDI) melemah 7,41 persen ke posisi 25.

Electronic City Indonesia (ECII) tertekan 7,19 persen ke harga 142.

Indonesia Prima Property (OMRE) turun 6,94 persen di level 1.005.

Puri Sentul Permai (KDTN) menutup daftar pelemahan dengan koreksi 6,72 persen ke 555.

Investor tampak masih fokus pada saham-saham berkapitalisasi besar dalam hal nilai transaksi.

Bank Central Asia (BBCA) mencatatkan nilai transaksi tertinggi sebesar Rp 543,49 miliar.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyusul dengan nilai transaksi Rp 322,38 miliar.

Chandra Asri Pacific (TPIA) mencatat nilai transaksi Rp 275,32 miliar.

Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan nilai Rp 225,22 miliar.

Bumi Resources (BUMI) melengkapi daftar dengan nilai Rp 163,62 miliar.

Sementara itu, bursa regional Asia menunjukkan pergerakan yang cukup bervariasi sepanjang hari ini.

Informasi yang dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance menunjukkan kondisi pasar global yang tidak seragam.

Indeks Nikkei 225 di Jepang melemah 0,63 persen ke level 69.301,08.

Indeks Hang Seng di Hong Kong berhasil menguat 0,82 persen ke posisi 23.542,97.

Indeks SSE Composite di China mencatatkan kenaikan tipis 0,08 persen ke level 4.046,71.

Indeks Straits Times di Singapura melemah 0,10 persen ke posisi 5.238,89.