Bandung – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang karib disapa Om Zein, tengah menjadi sorotan publik. Lagu ciptaannya yang berjudul ‘Lalaki Langit, Lalanang Bejad’ menuai kontroversi karena dinilai mendiskreditkan serta merendahkan perempuan.
Karya berbahasa Sunda tersebut memicu gelombang kritik dari masyarakat. Bahkan, akun Instagram pribadi milik Om Zein dibanjiri reaksi ketus dari warganet.
Menyikapi polemik ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memanggil sang Bupati ke kantornya di Bandung untuk memberikan klarifikasi. Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi memberikan pembinaan, meskipun ia tidak memiliki wewenang formal untuk menjatuhkan hukuman.
Di hadapan Gubernur, Om Zein menjelaskan bahwa lagu tersebut lahir dari suasana kebatinannya jauh sebelum ia menjabat sebagai Bupati. Ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki perjalanan spiritual dan kisah hidup yang berbeda, termasuk dalam urusan asmara dan keluarga.
“Jadi kan perjalanan spiritual setiap orang tuh kan berbeda-beda. Kisah hidup seseorang selalu berbeda-beda. Cerita cinta, cerita asmara setiap orang itu berbeda-beda. Termasuk cerita cinta, asmara dan keluarga saya,” ungkap Om Zein dalam tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Ia menambahkan, lirik lagu tersebut sejatinya ditulis dalam bentuk puisi pada tahun 2020. Tulisan itu berangkat dari pengalaman pribadinya saat masih menjadi seorang pengembara yang tersesat.
Dedi Mulyadi kemudian meluruskan bahwa lagu itu dibuat berdasarkan karakter Om Zein di masa lalu yang dikenal sebagai sosok petualang cinta.
“Saya suka menyebutkan, ini adalah Bupati yang jujur karena mengakui sebelum menjadi Bupati sudah meniduri sekian ratus wanita, betul nggak?” terang Dedi Mulyadi.
“Iya jadi cerita tentang diri saya sendiri,” jawab Om Zein membenarkan pernyataan tersebut.
Om Zein lantas menguraikan alasannya menggunakan kalimat-kalimat tertentu dalam lirik lagunya untuk menggambarkan suasana hatinya kala itu.
“Saya berpikir pada saat itu, kenapa saya pakai dengan kalimat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang menciptakan saya jadi laki-laki. Karena kalau saya diciptakan menjadi perempuan dan tentunya saya nakal karena laki-laki juga dalam posisi nakal, maka saya akan beresiko tinggi seperti apa yang disebutkan dalam lagu itu,” jelas Om Zein.
Ia melanjutkan penjelasannya dengan memberikan ilustrasi terkait risiko tersebut.
“Jadi mungkin saya waktu SMP kelas 3 sudah keguguran karena nakal. Terus karena saya jadi perempuan nakal maka saya akan selalu bersolek,” pungkasnya.







