Showbiz

Deretan Lagu Indonesia yang Menuai Polemik Akibat Lirik dan Pesannya

18
×

Deretan Lagu Indonesia yang Menuai Polemik Akibat Lirik dan Pesannya

Sebarkan artikel ini
bukan-cuma-‘lalaki-langit-lalanang-bejad’,-ini-deretan-lagu-indonesia-yang-pernah-tuai-kontroversi-karena-liriknya
bukan cuma ‘lalaki langit lalanang bejad’, ini deretan lagu indonesia yang pernah tuai kontroversi karena liriknya

Jakarta – Deretan karya musik yang memicu polemik di Indonesia kembali bertambah setelah munculnya lagu berjudul “Lalaki Langit Lalanang Bejad”. Lagu tersebut diperkenalkan oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein.

Kemunculan lagu ini memperpanjang daftar lagu tanah air yang menuai perdebatan publik. Sebelumnya, sejumlah karya musik telah menyita perhatian masyarakat luas karena lirik atau pesan di dalamnya dinilai sensitif, dianggap menyinggung institusi tertentu, hingga penggunaan nama tokoh sejarah.

Fenomena ini menunjukkan bahwa karya musik di Indonesia tidak sekadar dipandang sebagai media hiburan. Masyarakat cenderung menaruh atensi besar terhadap pesan yang terkandung dalam lagu, yang pada akhirnya memicu beragam reaksi.

Berikut adalah deretan lagu yang sempat menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat:

  1. Bayar Bayar Bayar – Sukatani

Grup band punk Sukatani pernah menjadi sorotan setelah meluncurkan lagu berjudul “Bayar Bayar Bayar”. Lagu ini viral lantaran liriknya secara lugas mengkritik berbagai praktik pungutan yang kerap ditemui masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Di media sosial, karya ini menuai diskusi panjang. Sebagian pihak menganggap liriknya sebagai perwujudan kebebasan berekspresi sekaligus kritik yang berani terhadap pelayanan publik.

Namun, di sisi lain, lagu tersebut tidak lepas dari kontroversi karena dianggap terlalu keras dalam menyampaikan pesan. Hal inilah yang memicu respons pro dan kontra dari berbagai kalangan.

  1. Joko Tingkir Ngombe Dawet – Farel Prayoga

Lagu berbahasa Jawa yang dipopulerkan oleh Farel Prayoga ini sempat meledak menjadi fenomena nasional setelah viral di berbagai platform media sosial. Kendati populer, lagu tersebut memantik polemik di kalangan tokoh budaya serta ulama.

Kritik utama tertuju pada penggunaan nama Joko Tingkir, yang dikenal sebagai sosok Sultan Hadiwijaya dalam sejarah Kerajaan Pajang. Sejumlah pihak menilai penggunaan nama tokoh sejarah tersebut kurang etis jika disematkan dalam lagu yang bersifat hiburan.

Perdebatan ini sempat meluas di masyarakat. Kelompok tertentu memandang lagu tersebut sekadar karya seni tanpa niat merendahkan tokoh, sementara pihak lainnya berharap agar nama tokoh bersejarah tetap dihormati dalam setiap karya populer.

  1. Erika – OSD HMT-ITB