Pemerintahan

Prabowo Tegaskan Polri Harus Hadir dan Melindungi Seluruh Rakyat

16
×

Prabowo Tegaskan Polri Harus Hadir dan Melindungi Seluruh Rakyat

Sebarkan artikel ini
6f5a00f533afb7aaac28386be4497bac.jpg
6f5a00f533afb7aaac28386be4497bac.jpg

Cikeas – Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa perlindungan terhadap masyarakat harus menjadi prioritas utama bagi seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden saat memimpin upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Satlat Brimob Cikeas, Jawa Barat, pada [Rabu, 1/7].

Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar agar tema “Polri untuk Masyarakat” tidak sekadar menjadi slogan formalitas semata.

Menurut Presiden, tema tersebut merupakan representasi nyata dari jati diri kepolisian yang harus diimplementasikan dalam setiap tindakan di lapangan.

“Ini adalah jati diri, ini adalah arah pengabdian, ini adalah dan harus terus menjadi kompas moral setiap insan Bhayangkara,” tegas Presiden Prabowo.

Ia menambahkan bahwa eksistensi Polri harus selalu dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Polri hadir untuk rakyat, Polri bekerja untuk rakyat, Polri harus melindungi rakyat, Polri mengabdi kepada bangsa dan negara,” lanjutnya di depan para peserta upacara.

Presiden juga menyoroti posisi strategis Indonesia yang saat ini berada di persimpangan jalan sejarah dalam upaya melakukan transformasi nasional secara besar-besaran.

Pemerintah saat ini tengah mengakselerasi perubahan di berbagai sektor krusial guna menghadapi tantangan ketidakpastian global yang semakin kompleks.

Transformasi tersebut mencakup bidang ekonomi, birokrasi, pendidikan, pangan, hingga sektor energi.

Tujuan utama dari rangkaian transformasi ini adalah untuk membawa Indonesia menuju status negara modern yang makmur serta berkeadilan.

“Kita sedang melakukan transformasi ekonomi, transformasi birokrasi, transformasi pendidikan, transformasi pangan, transformasi energi,” papar Presiden.

“Transformasi kita adalah agar Indonesia menjadi negara yang modern, negara yang makmur dalam keadilan, negara yang berdiri di atas kedaulatan rakyat,” tambahnya.

Presiden menegaskan bahwa keberhasilan agenda transformasi pemerintah sangat bergantung pada terjaganya stabilitas nasional di dalam negeri.

Dalam konteks inilah, peran Polri dianggap sangat vital sebagai pilar utama dalam menjaga keamanan serta menjamin kepastian hukum bagi masyarakat maupun investor.

Tanpa adanya ketertiban dan keamanan yang kondusif, mustahil bagi sebuah negara untuk mencapai target pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

“Saya ingin mengingatkan kepada kita semua, tidak mungkin ada kemakmuran tanpa stabilitas, tidak mungkin ada pembangunan tanpa keamanan,” ungkap Presiden.

“Tidak mungkin ada pertumbuhan ekonomi, ada investasi tanpa kepastian hukum. Tidak mungkin ada keadilan tanpa pemerintah yang bersih dan pemerintah yang penuh kompetensi,” katanya lagi.

Kepala Negara juga menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat hanya bisa dicapai apabila ketertiban umum dapat terjaga dengan baik.

Oleh karena itu, ia menuntut aparat kepolisian untuk selalu menjaga integritas serta loyalitas yang sepenuhnya ditujukan bagi kepentingan rakyat.

“Dan tidak mungkin ada negara yang kuat tanpa aparat negara yang dipercaya rakyat, yang setia kepada rakyat, dan yang melindungi rakyat,” tegasnya.

Presiden menutup arahannya dengan menegaskan kembali bahwa peran Kepolisian merupakan elemen yang sangat strategis dan menentukan bagi masa depan bangsa.

“Karena itu, peran Kepolisian sangat penting, sangat strategis, sangat menentukan,” pungkasnya.