Berita

Kripto Mengalirkan Miliaran Dolar ke Bandar Narkoba Darknet

15
×

Kripto Mengalirkan Miliaran Dolar ke Bandar Narkoba Darknet

Sebarkan artikel ini
kripto,-aliran-deras-uang-haram-ke-kantong-bandar-narkoba
kripto, aliran deras uang haram ke kantong bandar narkoba

Jakarta – Nilai transaksi narkoba berbasis kripto di pasar darknet terus membesar. Pada 2025, Chainalysis mencatat total aliran kripto ke vendor narkoba dan darknet markets (DNM) melampaui US$2,5 miliar.

Sepanjang 2024, transaksi narkoba berbasis kripto di pasar darknet juga mencapai lebih dari US$1,7 miliar. Angka itu tumbuh lebih dari 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan EU Serious and Organised Crime Threat Assessment (EU-SOCTA) 2025, pasar gelap di darknet kini menghasilkan pendapatan harian antara US$5 juta hingga US$7,5 juta. Hampir seluruhnya bertumpu pada kripto sebagai medium pembayaran.

Saat ini tercatat sekitar 30.000 situs web aktif di dark web, dengan 56 hingga 60 persen di antaranya terlibat dalam kegiatan kriminal.

Pasar-pasar itu beroperasi seperti toko daring resmi, lengkap dengan deskripsi produk, foto, dan sistem rating penjual. Bedanya, platform tersebut memakai enkripsi canggih dan kripto untuk menjaga anonimitas semua pihak.

Kripto menjadi pilihan pelaku kriminal karena menawarkan transaksi pseudonim yang sulit dilacak, tanpa perantara bank dan tanpa batas negara.

Dengan alamat dompet dan koneksi internet, uang hasil penjualan heroin, fentanil, atau amfetamin dapat mengalir dari satu benua ke benua lain dalam hitungan menit.

Sistem itu juga membuat tidak ada akun yang bisa dibekukan dan tidak ada teller yang bisa menanyakan asal dana.

Namun, penggunaan kripto tidak berhenti di transaksi eceran. Mata uang digital itu juga telah menjangkau jauh ke hulu rantai pasok industri narkoba sintetis.

Dalam laporan bertajuk “Beyond Fentanyl,” tim riset TRM Labs meneliti 120 produsen prekursor narkoba asal China. Hasilnya, 97 persen dari produsen yang tersebar di 26 kota dan 16 provinsi itu menawarkan pembayaran dalam bentuk kripto.

Nilai kripto yang masuk ke kantong mereka melonjak tajam. Jumlah kripto yang didepositkan ke dompet yang terhubung dengan produsen prekursor China naik lebih dari 600 persen dari 2022 ke 2023, dengan total melebihi US$26 juta sepanjang 2023.

Dalam empat bulan pertama 2024, angkanya sudah lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Bitcoin menjadi pilihan utama dengan sekitar 60 persen volume pembayaran. TRON menyusul sekitar 30 persen, sementara Ethereum sekitar 6 persen.

TRM Labs juga mengidentifikasi setidaknya 20 produsen prekursor China yang memiliki hubungan langsung dengan vendor narkoba online dan pasar darknet, baik yang beroperasi di Rusia maupun di negara-negara Barat.

Lebih jauh, enam dari produsen dalam studi TRM terus memasang iklan prekursor meski sudah masuk daftar sanksi atau tengah menghadapi dakwaan.

Di pasar tersebut, hampir 60 persen produsen yang sama diketahui mengiklankan nitazene, kelas opioid sintetis baru yang bisa sepuluh kali lebih kuat dari fentanil, serta xylazine, sedatif veteriner yang kerap dicampur ke dalam fentanil.

Pasar digital narkotika juga menunjukkan ketahanan tinggi terhadap tindakan hukum. Ketika satu situs ditutup paksa, vendor dan pembeli cukup berpindah ke platform lain.