FeedSport

Jerman Tumbang dari Ekuador, Skenario Sulit Menanti di Fase Gugur

15
×

Jerman Tumbang dari Ekuador, Skenario Sulit Menanti di Fase Gugur

Sebarkan artikel ini
2e63cab1cbca0f3cd29558d0a6a258f6.jpg
2e63cab1cbca0f3cd29558d0a6a258f6.jpg

New Jersey – Jerman menutup rangkaian pertandingan fase Grup E Piala Dunia 2026 dengan hasil minor setelah takluk 1-2 dari Ekuador. Pertandingan yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, pada Jumat (26/6/2026) dini hari WIB tersebut menjadi kekalahan pertama bagi Die Mannschaft di turnamen ini.

Meski menelan kekalahan, skuad asuhan Julian Nagelsmann tetap memastikan diri melaju ke babak 32 besar sebagai juara Grup E. Posisi puncak tersebut diamankan berkat koleksi enam poin dari dua kemenangan sebelumnya, yakni saat menundukkan Curacao dengan skor telak 7-1 dan menaklukkan Pantai Gading 2-1.

Jerman sebenarnya sempat menunjukkan dominasi awal dengan mencetak gol cepat melalui Leroy Sane. Pemain sayap tersebut berhasil membobol gawang lawan saat pertandingan baru berjalan dua menit.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena lini pertahanan Jerman mulai goyah. Ekuador mampu menyamakan kedudukan melalui aksi Nilson Angulo pada menit ke-9 yang mengubah papan skor menjadi 1-1.

Memasuki babak kedua, intensitas serangan Ekuador terus meningkat guna mencari celah pertahanan Jerman. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-77 ketika Gonzalo Plata mencetak gol kemenangan bagi Ekuador.

Kapten Jerman, Joshua Kimmich, mengakui bahwa timnya kehilangan fokus setelah mencetak gol pembuka. Menurutnya, kesalahan-kesalahan elementer dalam penguasaan bola menjadi faktor utama yang memicu kekalahan tersebut.

Kimmich menjelaskan bahwa timnya memulai pertandingan dengan performa yang baik. Namun, setelah itu Jerman terlalu mudah kehilangan penguasaan bola sehingga memberikan kesempatan kepada lawan untuk terus menekan.

Pemain asal Bayern Munchen tersebut menambahkan bahwa Jerman justru mempermudah permainan lawan sehingga kepercayaan diri Ekuador meningkat. Kimmich mengakui bahwa pada babak kedua, timnya memang pantas menerima kekalahan tersebut.

Kemenangan ini sekaligus mencatatkan rekor baru bagi Ekuador di panggung Piala Dunia. Sebaliknya, bagi Jerman, hasil ini menjadi evaluasi penting sebelum menapaki babak gugur yang lebih menantang.

Sebagai juara Grup E, Jerman kini bersiap menghadapi salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari Grup A, B, C, D, atau F pada babak 32 besar. Jika berhasil melewati rintangan tersebut, Jerman berpotensi bertemu dengan Prancis di babak 16 besar.

Perjalanan Jerman di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan publik mengingat kegagalan mereka menembus fase gugur pada edisi 2018 dan 2022. Dengan kedalaman skuad yang dimiliki saat ini, banyak pihak masih menempatkan Jerman sebagai salah satu kandidat kuat peraih gelar juara dunia.

Staf pelatih kini diharapkan dapat segera memperbaiki organisasi permainan agar tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama. Fokus dan konsistensi akan menjadi kunci utama bagi Der Panzer dalam melanjutkan kiprah mereka di turnamen bergengsi ini.

9e2db70fc7d81ed05b6040ad84efaebf.jpg
FeedSport

Ringkasan Berita: Afrika Selatan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Korea Selatan 1-0 lewat gol Thapelo Maseko dan finis sebagai runner-up Grup A dengan 4 poin. Ini menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya Afrika Selatan berhasil menembus fase gugur setelah sebelumnya selalu tersingkir di fase grup (1998, 2002, 2010). Kelolosan ini juga didukung format baru Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 tim yang turut disorot…

4559797a78d5c3a06e81ab5ec42ffd1a.jpg
FeedSport

Ringkasan Berita: Swiss dan Kanada sama-sama berada di ambang lolos ke babak 32 besar, tetapi laga terakhir Grup B akan menentukan siapa yang finis sebagai juara grup. Pertandingan diprediksi berlangsung seimbang dan hati-hati karena kedua tim hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan posisi masing-masing di fase gugur. Anggota Indo Barca, Richardo Liwang beranggapan Swiss dan Kanada memiliki kualitas yang sama diprediksi akan lolos…