Internasional

Eropa Memanas Dua Kali Lipat, Suhu Tembus 44 Derajat Celsius

24
×

Eropa Memanas Dua Kali Lipat, Suhu Tembus 44 Derajat Celsius

Sebarkan artikel ini
eacfa29ce1c8451d32a72ade64ad66d9.jpg
eacfa29ce1c8451d32a72ade64ad66d9.jpg

Paris – Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa Barat telah memicu pemecahan rekor suhu tertinggi di berbagai negara. Prancis, Inggris, dan Spanyol menjadi wilayah yang terdampak paling signifikan oleh fenomena cuaca panas yang melampaui catatan historis sebelumnya.

Di Prancis, suhu udara di Paris tercatat hampir menyentuh angka 41 derajat Celsius. Sementara itu, sejumlah wilayah lain di negara tersebut bahkan mengalami suhu puncak yang jauh lebih ekstrem, yakni berkisar antara 43 hingga 44 derajat Celsius.

Spanyol juga menghadapi tantangan serupa dengan mencatatkan rata-rata suhu harian tertinggi sejak tahun 1950. Kondisi serupa terjadi di Inggris yang mengalami suhu tertinggi untuk periode bulan Juni sepanjang sejarah pencatatan cuaca di negara tersebut.

Layanan pemantauan iklim Copernicus mengungkapkan bahwa dampak perubahan iklim global dirasakan jauh lebih kuat di Eropa dibandingkan benua lainnya. Eropa kini tercatat sebagai benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia, yakni dua kali lipat lebih cepat dibandingkan rata-rata pemanasan global.

Peningkatan suhu yang drastis ini berdampak langsung pada stabilitas lingkungan dan infrastruktur. Gelombang panas yang semakin sering terjadi selama musim panas telah memperbesar tekanan terhadap pasokan air bersih serta meningkatkan risiko kebakaran hutan di banyak titik.

Aktivitas publik dan sektor pariwisata pun terpaksa menyesuaikan diri dengan kondisi darurat ini. Dua ikon wisata dunia di Paris, Museum Louvre dan Menara Eiffel, mengambil kebijakan untuk menutup operasional lebih awal dari jadwal normal guna melindungi pengunjung dan staf.

Juru bicara Museum Louvre menyatakan bahwa fasilitas bangunan bersejarah tersebut belum cukup beradaptasi dengan perubahan iklim yang ekstrem. Keputusan penutupan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh suhu panas di dalam ruangan.

Badan meteorologi Prancis, Météo-France, melaporkan bahwa suhu maksimum di berbagai wilayah masih bertahan pada level yang sangat tinggi hingga Rabu (24/6). Meskipun relatif stabil dibandingkan hari sebelumnya, angka tersebut tetap berada pada ambang batas yang membahayakan.

Sebagian besar wilayah barat Prancis mencatat suhu puncak antara 39 hingga 43 derajat Celsius. Kawasan Poitou-Charentes-Val de Loire, misalnya, mencatat suhu 43 derajat Celsius, hanya terpaut tipis dari rekor nasional sebesar 44,3 derajat Celsius yang terjadi di Pissos sehari sebelumnya.

Hingga Kamis (25/6), kondisi cuaca belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Météo-France telah menetapkan status waspada warna merah untuk sebagian besar wilayah Prancis. Status ini menandakan adanya ancaman panas ekstrem yang membawa risiko serius terhadap kesehatan dan keselamatan seluruh lapisan masyarakat.

Pihak berwenang terus memantau perkembangan cuaca guna mengantisipasi lonjakan dampak kesehatan masyarakat. Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas luar ruangan selama puncak suhu panas terjadi demi menghindari dehidrasi dan sengatan panas atau heatstroke.