Ecozone

Analis Ingatkan Potensi Koreksi IHSG pada Perdagangan Selasa Ini

17
×

Analis Ingatkan Potensi Koreksi IHSG pada Perdagangan Selasa Ini

Sebarkan artikel ini
0d44ff5c777acf31f3f0df876cc9f743.jpg
0d44ff5c777acf31f3f0df876cc9f743.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan catatan negatif. Pada perdagangan Senin (22/6/2026), indeks ditutup melemah sebesar 0,98 persen ke posisi 6.116.

Koreksi ini dipicu oleh sikap kehati-hatian para pelaku pasar atau wait and see. Investor cenderung menahan diri untuk melakukan transaksi besar di tengah menanti sejumlah agenda krusial yang dijadwalkan berlangsung sepanjang pekan ini.

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa pelaku pasar global maupun domestik saat ini sedang mencermati dua agenda besar. Agenda tersebut meliputi pengumuman MSCI Annual Market Classification Review yang dijadwalkan pada 24 Juni 2026 serta peninjauan ulang indeks FTSE Russell.

Menurut Nafan, ketidakpastian mengenai hasil tinjauan tersebut telah memicu peningkatan volatilitas di pasar saham dalam jangka pendek. Pengumuman dari MSCI dipandang sebagai sentimen utama yang akan menentukan arah pergerakan IHSG, terutama terkait kejelasan mengenai status freeze pada indeks Indonesia.

Berdasarkan data Global Market Accessibility Review yang dirilis MSCI pada 19 Juni 2026, terdapat penurunan penilaian pada kriteria Information Flow. Hal ini dipicu oleh isu transparansi terkait struktur kepemilikan saham atau free float, serta adanya indikasi mengenai coordinated trading behavior.

Nafan menilai bahwa jika MSCI akhirnya memutuskan untuk tetap mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market tanpa melakukan penurunan peringkat ke Frontier Market, maka respons pasar diperkirakan akan cenderung terbatas. Hal itu terjadi karena skenario terburuk yang dikhawatirkan pelaku pasar tidak terealisasi.

Sebaliknya, jika terdapat sinyal positif yang mengarah pada peluang pencabutan status freeze, kondisi tersebut berpotensi menjadi katalis bagi pembalikan arus dana asing atau capital inflow ke pasar domestik. Keputusan final dalam klasifikasi MSCI ini akan menjadi penentu utama bagi kecepatan pemulihan IHSG ke depannya.

Memasuki perdagangan Selasa (23/6/2026), Nafan memproyeksikan IHSG masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Ia memprediksi indeks akan menguji level support di area 6.058 dan 5.917.

Sementara itu, untuk sisi atas, Nafan menetapkan level resistance yang perlu dicermati berada di angka 6.287 dan 6.516. Investor disarankan untuk tetap memantau perkembangan terkait hasil klasifikasi pasar dari MSCI sebagai acuan utama dalam pengambilan keputusan investasi di tengah kondisi pasar yang masih rentan terhadap koreksi.

Hingga penutupan perdagangan hari ini, tekanan jual masih mendominasi pasar domestik. Pelaku pasar tampak memilih untuk mengamankan posisi sambil menunggu kepastian regulasi dan klasifikasi indeks internasional yang akan segera diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

ed7fb2734a2e56dae4483dced1a23116.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kedatangan dua emiten baru. Pengelola jaringan rumah sakit mata JEC Eye Hospitals & Clinics, PT Nitrasanata Dharma, dan PT Bach Multi Global yang bergerak di bisnis penjualan serta penyewaan infrastruktur telekomunikasi tengah bersiap melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO). PT Nitrasanata Dharma selaku calon emiten dengan kode saham JECX ini menawarkan maksimal sekitar 487,98 juta…

31fa21a33e21c3732392af3637c2dad6.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga komoditas minyak di pasar global kompak melemah dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan data Trading Economic pada Senin (22/6/2026) pukul 12.45 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak berjangka berada di level US$ 75,4 per barel atau melemah 2,5% harian dan 19,7% dalam sebulan.​ Sejalan dengan itu, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 juga tercatat melemah 1,5% sehari…