BeritaPemerintahan

Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Medis dan Sains Baru

19
×

Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Medis dan Sains Baru

Sebarkan artikel ini
prabowo-gandeng-imperial-college-untuk-bangun-10-universitas-medis
prabowo gandeng imperial college untuk bangun 10 universitas medis

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menggandeng Imperial College London dalam rencana pembangunan 10 universitas medis dan sains baru di Indonesia. Kampus yang kini menempati peringkat kedua dunia versi QS World University Rankings itu akan dilibatkan dalam penyusunan kurikulum, penguatan kualitas dosen, riset bersama, hingga supervisi standar pengajaran.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan kerja sama tersebut menjadi salah satu agenda yang dibahas saat delegasi Imperial College diterima langsung oleh Prabowo di Istana Kepresidenan.

“Tadi juga dibicarakan terkait dengan rencana Bapak Presiden (Prabowo) mendirikan 10 medical and science university. Nantinya akan dibantu banyak oleh Imperial College,” kata Brian dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (22/6).

Brian menjelaskan, pemerintah dan Imperial College kini tengah menjajaki kemitraan strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di bidang kedokteran dan sains. Kerja sama itu juga berpeluang diperluas ke bidang lain di luar pendidikan medis.

Menurut Brian, keterlibatan Imperial College tidak berhenti pada penyusunan kurikulum. Kampus tersebut juga akan mendukung pengembangan standar pengajaran, penelitian bersama atau joint research, serta program profesor tamu atau visiting professor.

“Nantinya kurikulumnya, penyiapan standar pengajarannya, kemudian joint research-nya, kemudian juga visiting professor akan banyak dilakukan bersama-sama dengan Imperial College dan juga kampus-kampus lainnya,” ujarnya.

Ia menuturkan, kerja sama itu diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi Indonesia, terutama pada universitas medis baru yang akan dibangun pemerintah. Dampaknya juga diharapkan ikut dirasakan perguruan tinggi lain di berbagai daerah.

“Kita berharap juga terjadi peningkatan kualitas kurikulum, pendidikan, kualitas dosen, dan lain-lainnya yang ada di Indonesia, khususnya pada 10 universitas medis yang akan dibangun oleh Bapak Presiden,” katanya.

Brian menambahkan, skema yang sedang disiapkan bukan pembukaan kampus cabang Imperial College di Indonesia. Pemerintah menyebut bentuk kerja sama itu sebagai strategic partnership program atau kemitraan strategis.

Dalam skema tersebut, Imperial College akan berperan sebagai mentor bagi perguruan tinggi Indonesia, terutama kampus-kampus baru yang akan dibangun pemerintah.

“Mereka akan menjadi seperti mentor untuk kampus-kampus kita, terutama kampus-kampus baru. Kualitas dosennya, kualitas penelitian, standar pengajaran, kurikulumnya, desain rumah sakit, dan seterusnya itu nanti akan disupervisi oleh profesor-profesor dari Imperial College,” ujar Brian.

Ia menambahkan, kerja sama dengan Imperial College dinilai strategis karena reputasi kampus itu di tingkat global. Selain menduduki peringkat kedua dunia versi QS World University Rankings, Imperial College juga masuk jajaran kampus terbaik dunia di bidang pendidikan medis.

“Kita juga tahu untuk pendidikan medis, Imperial College ini peringkat keempat di dunia. Sehingga kalau kerja sama ini nanti bisa direalisasikan, tentu ini adalah sebuah peluang besar bagi bangsa Indonesia untuk bersama-sama langsung dengan kampus yang sangat top di dunia,” katanya.