Berita

MoraRepublic Operasikan SKKL Rising 8 untuk Perkuat Konektivitas Digital Indonesia

19
×

MoraRepublic Operasikan SKKL Rising 8 untuk Perkuat Konektivitas Digital Indonesia

Sebarkan artikel ini
dukung-konektivitas-digital,-morarepublic-operasikan-skkl-rising-8
dukung konektivitas digital, morarepublic operasikan skkl rising 8

Jakarta – PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic) resmi mengoperasikan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8 yang dibangun bersama PT Ketrosden Triasmitra Tbk pada Rabu (17/6). Sistem ini sebelumnya telah melewati tahap testing dan commissioning, sehingga siap digunakan untuk kebutuhan konektivitas digital Indonesia.

Rising 8 merupakan jaringan kabel laut sepanjang 1.128,5 kilometer yang menghubungkan Jakarta (Tanjung Pakis) – Batam (Tanjung Bemban) dan akan diperluas hingga Singapura. SKKL ini memakai teknologi repeatered system dan kini tersedia bagi operator telekomunikasi serta perusahaan yang membutuhkan jalur konektivitas berkualitas tinggi.

Saat ini, segmen yang telah digelar baru Jakarta-Batam. Segmen Batam-Singapura akan menjadi proyek berikutnya.

Pengoperasian Rising 8 menambah alternatif jalur konektivitas di koridor Indonesia-Singapura, yang menjadi salah satu rute digital tersibuk di Asia Tenggara. Kehadiran jalur cadangan ini penting untuk mendukung redundansi jaringan sekaligus menjaga kontinuitas layanan, terutama bagi operator dan perusahaan yang menjalankan aplikasi kritis.

Direktur Utama dan CEO PT Ekamas Mora Republik Tbk, Timotius Max Sulaiman, mengatakan penyelesaian segmen Jakarta-Batam menjadi langkah penting dalam membangun infrastruktur digital yang mampu menjawab kebutuhan Indonesia saat ini dan ke depan. Hal itu juga sejalan dengan agenda transformasi digital nasional pemerintah.

“Infrastruktur telekomunikasi yang kuat tidak hanya meningkatkan kualitas konektivitas, tetapi juga menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi digital dan percepatan pemerataan akses digital di Indonesia, sehingga memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan dunia usaha di berbagai wilayah,” kata Timotius.

Sistem komunikasi kabel bawah laut Rising 8 menggunakan kabel bawah laut dari Prysmian Group melalui pabrik produksinya, Norddeutsche Seekabelwerke GmbH (NSW) di Jerman. Produsen global itu memiliki pengalaman lebih dari 125 tahun dalam teknologi kabel submarine.

Sistem ini juga terintegrasi dengan repeater berkualitas tinggi terbaik di kelasnya, yang dirancang untuk mendukung kapasitas minimum 400 Tbps. Sebagai bagian dari ekosistem jaringan konektivitas, Rising 8 akan terhubung dengan Nusantara Data Center (NDC) MoraRepublic di Tanjung Bemban-Batam yang mengantongi sertifikasi Tier-3 dari American National Standard Institute/Telecommunications Industry Association.

Selain itu, titik pendaratan utama Rising 8 di Jakarta dilengkapi fasilitas Cable Landing Station dan Data Center di Tanjung Pakis milik Triasmitra dengan spesifikasi Tier-3 concurrently maintainable. Fasilitas ini memungkinkan pemeliharaan infrastruktur dilakukan tanpa mengganggu kontinuitas layanan.

Direktur Utama dan CEO PT Ketrosden Triasmitra Tbk, Titus Dondi Patria, optimistis Rising 8 menjadi pilihan solid bagi pelanggan yang membutuhkan koneksi andal, baik di dalam maupun luar negeri. Ia menyebut proyek itu merupakan hasil kerja sama tim selama beberapa tahun, mulai dari perencanaan, penggelaran, hingga testing dan commissioning.

“Rising 8 kini sudah ready for service. Pada proyek Rising 8 inilah untuk pertama kalinya kami melakukan penggelaran SKKL secara mandiri dari sejak perizinan, penggunaan kapal, sampai tenaga ahlinya, sehingga kami sangat percaya diri untuk menggarap proyek-proyek penggelaran SKKL berikutnya,” ujar Titus.

Rising 8 ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan digital bagi masyarakat Indonesia. Dengan kapasitas besar, beragam aktivitas seperti transaksi perbankan, belanja online, pembelajaran daring, hingga bekerja dan berkomunikasi dari rumah diharapkan bisa berjalan lebih lancar dengan gangguan konektivitas yang minimal.

Jalur ini juga dirancang untuk melengkapi ekosistem konektivitas yang sudah ada dengan menyediakan keragaman rute lalu lintas Indonesia-Singapura. Bagi operator yang sudah menggunakan jalur existing, Rising 8 dapat berfungsi sebagai cadangan maupun untuk pembagian beban.

Bagi perusahaan, jalur ganda berarti risiko downtime yang lebih rendah. Kondisi itu dapat menekan potensi putusnya layanan yang mengganggu aktivitas harian yang kini semakin bergantung pada koneksi internet.

Target pasar Rising 8 mencakup operator telekomunikasi, Penyedia Layanan Internet (ISP), penyedia konten, serta perusahaan dengan kebutuhan bandwidth tinggi seperti layanan keuangan, penyedia cloud, dan operator data center. Rute SKKL ini dinilai strategis karena Singapura merupakan pusat digital regional dengan konsentrasi tinggi data center dan infrastruktur cloud.

Dengan pengoperasian Rising 8, MoraRepublic dan Triasmitra memperkuat posisi di pasar konektivitas internasional. Kedua perusahaan melihat prospek pertumbuhan yang baik, terutama seiring meningkatnya permintaan bandwidth di koridor Indonesia-Singapura yang dipicu perluasan layanan cloud, digitalisasi perusahaan, dan pertumbuhan layanan digital.

Kehadiran Rising 8 diharapkan memperkuat konektivitas, mendorong dampak berkelanjutan melalui percepatan pemerataan akses digital di Indonesia, meningkatkan daya saing ekonomi, serta mendukung pengembangan ekosistem digital yang semakin terintegrasi dan inklusif.