Jakarta – Bank DBS Indonesia menyalurkan donasi Sumatra Disaster Relief senilai lebih dari Rp6 miliar untuk pemulihan bencana di Aceh dan Sumatra. Bantuan ini diberikan sebagai respons darurat untuk memperkuat ketahanan komunitas terdampak sekaligus membantu 11.475 keluarga atau 67.653 individu rentan pascabencana banjir dan tanah longsor di 222 desa.
Melalui DBS Foundation, penyaluran bantuan dilakukan bersama mitra lokal Plan Indonesia pada Januari hingga April. Skema ini dirancang agar bantuan tepat sasaran kepada penerima yang paling membutuhkan, sehingga pemulihan pascabencana dapat berlangsung secara komprehensif dan berkelanjutan.
Presiden Direktur Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan, komitmen Bank DBS Indonesia melampaui sektor perbankan.
Sebagai mitra tepercaya dalam mendukung ekonomi inklusif, perusahaan memiliki tanggung jawab untuk menjadi sumber kekuatan dan pendorong kebaikan yang berdiri bersama komunitas, terutama pada masa sulit.
Lim menambahkan, kondisi masyarakat di Aceh dan Sumatra Barat dalam melewati masa pemulihan yang krusial juga menjadi prioritas perusahaan dalam berkontribusi secara jangka panjang.
Program respons darurat ini dirancang untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi, sekaligus membantu mereka melangkah menuju pemulihan yang berkelanjutan. Bantuan kemitraan tersebut telah menjangkau sejumlah wilayah di Aceh, antara lain Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Tengah, dan Aceh Utara.
Sinergi dukungan itu juga hadir di Agam dan Padang Pariaman, Sumatra Barat. Bank DBS Indonesia menyalurkan bantuan secara gotong royong bersama mitra strategis seperti Plan Indonesia, Mercy Corps Indonesia, Nazava, Adena Coffee, serta sejumlah mitra lokal lainnya yang pelaksanaannya diawasi DBS Foundation.
Fokus utama program bantuan mencakup pemenuhan kebutuhan mendesak, mulai dari akses air bersih, sanitasi, fasilitas dan perlengkapan kebersihan, rehabilitasi sumber air dan sistem perpipaan, hingga dukungan hunian darurat dan kebutuhan pokok rumah tangga. Program ini juga memberi dukungan bagi anak-anak dan keluarga terdampak melalui distribusi perlengkapan sekolah, penyediaan ruang belajar sementara, serta bantuan tunai multiguna untuk membantu pemenuhan kebutuhan prioritas selama masa pemulihan.
Secara total, pelaksanaan program ini menjangkau 6 kabupaten dengan penerima manfaat yang terdiri dari 20.085 anak perempuan, 17.625 anak laki-laki, 12.635 perempuan dewasa, dan 17.308 laki-laki dewasa. Dari jumlah itu, program juga memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan, termasuk 356 lansia berusia di atas 50 tahun dan 20 penyandang disabilitas.
Selain bantuan utama, Bank DBS Indonesia turut berkontribusi dalam penguatan perlindungan dan pemulihan sosial masyarakat terdampak. Dukungan itu mencakup sesi pendampingan psikososial, penguatan ketahanan serta perlindungan masyarakat, pelatihan pencegahan kekerasan berbasis gender, hingga peningkatan kapasitas sektor pendidikan dalam situasi darurat.
Bank DBS Indonesia juga mendukung penguatan koordinasi respons bencana bersama pemerintah daerah, platform koordinasi kemanusiaan, BNPB, dan organisasi masyarakat sipil lokal agar upaya pemulihan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Bank DBS Indonesia atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Plan Indonesia.
Ia menyebut kolaborasi ini memungkinkan penyaluran bantuan dilakukan secara efektif kepada komunitas yang membutuhkan, terutama kelompok paling rentan.
Dini menambahkan, kemitraan tersebut diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang signifikan sekaligus mempercepat upaya pemulihan masyarakat.
Keberlanjutan bagi Bank DBS Indonesia bukan sekadar agenda, melainkan identitas yang bertumpu pada tiga pilar utama. Pilar itu meliputi Perbankan Bertanggung Jawab, Praktik Bisnis Bertanggung Jawab, serta Dampak Melampaui Bisnis Perbankan.
Perbankan Bertanggung Jawab diarahkan untuk memberdayakan nasabah agar lebih berkelanjutan dan memperluas akses ke layanan keuangan esensial. Sementara itu, Praktik Bisnis Bertanggung Jawab menekankan pentingnya korporasi bertindak secara etis dan bertanggung jawab sebagai organisasi.
Adapun pilar Dampak Melampaui Bisnis Perbankan ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat rentan, sekaligus mendorong kegiatan sukarelawan karyawan.
Donasi kemitraan pascabencana ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Bank DBS Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat rentan, sejalan dengan prinsip memberikan Dampak Melampaui Bisnis Perbankan. Sejalan dengan aspirasi Best Bank for A Better World, Bank DBS Indonesia berfokus menciptakan dampak positif yang berkelanjutan melalui dukungan yang tidak hanya hadir saat keadaan darurat, tetapi juga selama proses pemulihan.







