News

Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Bilateral dengan Presiden Jerman di Istana

19
×

Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Bilateral dengan Presiden Jerman di Istana

Sebarkan artikel ini
73aa96066183864223f1be043199df0e.jpg
73aa96066183864223f1be043199df0e.jpg

Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Senin (15/6). Pertemuan ini menandai penguatan hubungan bilateral antara kedua negara, khususnya dalam sektor ketenagakerjaan dan stabilitas global.

Iring-iringan kendaraan Presiden Steinmeier tiba di kompleks Istana Merdeka pada pukul 11.30 WIB setelah sebelumnya melintasi kawasan Monas. Kedatangan tersebut disambut dengan upacara militer yang melibatkan 120 pasukan berkuda, serta iringan musik dari korps musik istana.

Presiden Prabowo menyambut langsung Presiden Steinmeier tepat di depan kendaraan Mercedes-Benz berwarna hitam yang ditumpangi tamunya. Dalam prosesi penyambutan resmi tersebut, lagu kebangsaan kedua negara dikumandangkan diiringi dentuman 21 meriam, dilanjutkan dengan inspeksi pasukan kehormatan.

Dalam konferensi pers bersama, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas peluang kerja bagi warga negara Indonesia (WNI) di Jerman. Fokus kerja sama ini mencakup tenaga kerja kesehatan serta sektor teknologi tingkat tinggi.

Pemerintah Indonesia secara khusus mengapresiasi penandatanganan Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan. Kerja sama tersebut dipandang sebagai langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi ketenagakerjaan antara Indonesia dan Jerman.

Terkait dinamika internasional, kedua kepala negara sepakat bahwa penyelesaian berbagai konflik global harus ditempuh melalui jalur perundingan. Presiden Prabowo menekankan pentingnya peran aktif Jerman dalam berbagai isu internasional demi menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

Presiden Steinmeier menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai faktor stabilitas penting di kawasan ASEAN. Menurutnya, Indonesia telah membuktikan peran strategis tersebut melalui berbagai kerja sama internasional yang serius, baik dalam aspek politik, keamanan, maupun perlindungan lingkungan.

Presiden Jerman tersebut juga menaruh harapan besar pada penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Steinmeier menyatakan bahwa perjanjian tersebut berpotensi meniadakan hingga 90 persen bea cukai dan membuka pintu investasi bagi perusahaan kecil dan menengah asal Jerman.

Kerja sama ekonomi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta mempererat kolaborasi riset dan inovasi antara perusahaan Jerman dan Indonesia. Steinmeier menegaskan bahwa pihak Jerman berkomitmen untuk segera meratifikasi kesepakatan tersebut begitu perundingan selesai.

Kunjungan ini merupakan kedatangan keempat Presiden Steinmeier ke Indonesia. Ia menyatakan bahwa frekuensi kunjungan tersebut mencerminkan betapa krusialnya hubungan Indonesia bagi Jerman di tengah tantangan global saat ini.

Dalam agenda kunjungannya, Presiden Steinmeier juga memberikan apresiasi terhadap nilai toleransi beragama yang terjaga dengan baik di Indonesia. Ia memandang nilai keberagaman tersebut sebagai kesamaan prinsip yang menyatukan Indonesia dan Jerman.

Presiden Steinmeier dijadwalkan melanjutkan rangkaian kunjungannya dengan meninjau Masjid Istiqlal dan melintasi terowongan persahabatan menuju Katedral Jakarta. Langkah tersebut menjadi simbol komitmen kedua negara dalam merawat harmoni dan toleransi antarumat beragama.