Jakarta – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, meminta masyarakat bersabar terkait progres naturalisasi dua pemain keturunan, Luke Vickery dan Mitchell Baker. Meski keduanya telah mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia untuk persiapan Piala AFF 2026 dan FIFA Matchday Juni 2026, status kewarganegaraan mereka hingga saat ini masih dalam proses administrasi.
Erick menegaskan bahwa pemerintah dan PSSI terus bekerja agar proses tersebut segera rampung. Ia enggan memberikan detail lebih jauh mengenai tahapan naturalisasi tersebut dan memilih untuk meminta publik menunggu hasil akhirnya.
Selain dua nama tersebut, Erick juga mengonfirmasi bahwa terdapat empat pemain keturunan lainnya yang sedang menjalani proses naturalisasi. Namun, identitas keempat pemain tersebut masih dirahasiakan oleh federasi.
Langkah ini diambil sebagai upaya PSSI untuk memperdalam komposisi skuad Garuda. Erick menekankan pentingnya memiliki kedalaman tim yang mumpuni untuk mengantisipasi berbagai kondisi darurat, seperti risiko cedera pemain maupun keterbatasan usia.
Ia mencontohkan kondisi Timnas saat ini yang harus kehilangan sejumlah pilar penting akibat cedera, seperti Milano Jonathan, Marselino Ferdinan, Jay Idzes, hingga Mees Hilgers. Menurutnya, krisis pemain akibat cedera adalah tantangan nyata yang menuntut PSSI menyiapkan pemain pelapis yang berkualitas.
Erick membandingkan kedalaman skuad Indonesia dengan tim nasional Jepang yang memiliki kedalaman luar biasa. Ia berharap Indonesia dapat membangun kedalaman skuad yang setara agar tetap kompetitif di level internasional.
Pentingnya Regenerasi dan Pelapis Skuad
Erick menjelaskan bahwa target utama PSSI saat ini adalah memiliki minimal dua hingga tiga lapis pemain di setiap posisi. Hal ini menjadi krusial agar performa Timnas Indonesia tetap stabil meski terjadi rotasi pemain akibat cedera atau kondisi fisik yang menurun.
Upaya memperkuat kedalaman tim ini diprioritaskan PSSI seiring dengan padatnya jadwal agenda pertandingan internasional dalam beberapa bulan ke depan. Meski proses naturalisasi membutuhkan waktu, Erick memastikan bahwa penambahan amunisi baru tetap menjadi fokus utama demi menjaga performa Skuad Garuda di berbagai ajang bergengsi.







