Jakarta – Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, bersiap melakukan penawaran saham perdana (IPO) di bursa Amerika Serikat. Langkah ini diprediksi bakal menjadi debut pasar saham terbesar sepanjang sejarah.
Berdasarkan dokumen pengajuan pada Rabu (3/6), perusahaan dengan nama resmi Space Exploration Technologies Corp tersebut berencana melepas 555,6 juta lembar saham dengan harga US$135 per saham.
Aksi korporasi ini ditargetkan mampu meraup dana segar hingga US$75 miliar atau sekitar Rp1.353 triliun, dengan asumsi kurs Rp18.046 per dolar AS.
Jika IPO yang dijadwalkan meluncur pekan depan itu berjalan mulus, nilai pasar SpaceX diproyeksikan menembus angka US$1,77 triliun. Valuasi fantastis ini akan membawa SpaceX masuk dalam jajaran elite bursa, bersanding di bawah raksasa semikonduktor Nvidia yang saat ini memimpin dengan valuasi US$5,2 triliun.
Rencana melantainya SpaceX di bursa juga disebut-sebut bakal mengukuhkan posisi Elon Musk sebagai triliuner dalam denominasi dolar AS pertama di dunia. Forbes mencatat kekayaan bersih Musk saat ini berada di angka US$825 miliar, dengan US$542 miliar di antaranya berasal dari kepemilikan sahamnya di SpaceX.
Dalam aksi korporasi tersebut, Musk dilaporkan tidak akan menjual saham pribadinya. Ia juga tetap memegang penuh kendali atas 82,4 persen hak suara di perusahaan.
Karena skalanya yang masif, saham SpaceX diperkirakan bakal langsung masuk dalam bobot besar indeks S&P 500.
Meskipun dikenal luas melalui kontrak kedirgantaraan dengan NASA dan misi ambisius membangun kota mandiri di Mars, SpaceX saat ini tercatat masih dalam kondisi merugi.
Langkah IPO ini menyusul manuver SpaceX yang mulai merambah persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI) bersama Anthropic dan OpenAI.
Sebelumnya, SpaceX mengakuisisi xAI, perusahaan AI milik Musk. Akuisisi ini ditujukan untuk membangun infrastruktur bertenaga surya guna menyuplai kebutuhan energi pusat data AI yang sedang melonjak pesat.
Gelombang penggalangan dana besar-besaran di sektor ini tengah melanda Silicon Valley. Minggu ini, Anthropic juga telah mengajukan berkas untuk melantai di bursa, disusul OpenAI yang diperkirakan segera mengambil langkah serupa.
Di sisi lain, Alphabet selaku induk Google turut bergerak menggalang dana ekuitas sebesar US$80 miliar untuk mendanai investasi infrastruktur AI mereka.
Proses roadshow untuk menawarkan saham SpaceX kepada para investor besar sudah dimulai sejak kemarin. Bos JP Morgan Chase, Jamie Dimon, dilaporkan akan memimpin diskusi interaktif bersama klien-klien bernilai tinggi untuk membahas IPO ini.
Dalam agenda tersebut, Dimon akan didampingi oleh Presiden SpaceX Gwynne Shotwell serta CFO Bret Johnsen.
Proyek penawaran saham perdana ini digarap oleh 23 bank investasi. Goldman Sachs dan Morgan Stanley ditunjuk sebagai pemimpin penjamin emisi, dibantu oleh bank besar lainnya seperti JP Morgan, Bank of America, dan Citigroup.







