Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar program Mega FAM Trip 2026 bertajuk #GoBeyondOrdinary pada 22-27 Mei 2026.
Kegiatan ini bertujuan mempromosikan destinasi unggulan Indonesia di luar Bali kepada mitra industri pariwisata mancanegara.
Sebanyak 22 agen perjalanan dari Jerman, Rusia, Belanda, Amerika Serikat, Afrika Selatan, dan Mozambik berpartisipasi dalam program ini.
Mereka menjelajahi berbagai destinasi, mulai dari Sumatra Utara, Tanjung Puting, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Lombok.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menunjukkan daya saing destinasi Indonesia di pasar global.
Menurutnya, Indonesia memiliki banyak pilihan wisata berkualitas yang siap dipasarkan kepada wisatawan mancanegara.
“Kami ingin menunjukkan selain Bali, Indonesia memiliki banyak destinasi unggulan yang menawarkan pengalaman wisata berkualitas,” ujar Made di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pertemuan bisnis dalam ajang Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 pada 28-30 Mei 2026.
Dalam forum tersebut, para peserta berinteraksi langsung dengan pelaku industri pariwisata nasional untuk membangun jejaring bisnis.
Melalui tema #GoBeyondOrdinary peserta diajak menyelami budaya, tradisi, dan nilai lokal Indonesia. Kemenpar memperkenalkan beragam produk wisata, mulai dari wisata alam, gastronomi, kebugaran (*wellness tourism*), hingga wisata bahari.
Made menekankan pentingnya konsep quality tourism yang memberikan nilai tambah bagi wisatawan sekaligus berdampak positif bagi keberlanjutan destinasi.
Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, maskapai penerbangan, hingga pelaku industri perhotelan.
Kemenpar berharap integrasi Mega FAM Trip dengan BBTF 2026 mampu mendorong terciptanya paket wisata baru di negara asal peserta.
Sinergi ini diharapkan memperkuat promosi destinasi Indonesia sekaligus memperluas jejaring bisnis pariwisata secara berkelanjutan.







