Jakarta – PT PLN (Persero) mendorong masyarakat untuk lebih cermat dalam memahami pola konsumsi energi dan komponen pembentuk tagihan listrik. Langkah ini dinilai krusial agar penggunaan energi rumah tangga dapat lebih efisien dan tepat sasaran sesuai kebutuhan sehari-hari.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menegaskan bahwa perubahan nominal tagihan listrik yang dirasakan pelanggan setiap bulan umumnya tidak disebabkan oleh kenaikan tarif dasar listrik. Pasalnya, tarif listrik untuk sektor rumah tangga tercatat stabil sejak Juli 2022.
Perubahan besaran tagihan, kata Gregorius, lebih dipengaruhi oleh fluktuasi volume pemakaian energi dan komponen biaya tambahan yang mengikuti regulasi pemerintah daerah setempat.
Pada pelanggan pascabayar, tagihan akhir merupakan akumulasi dari pemakaian kilowatt hour (kWh) yang ditambah dengan Pajak Penerangan Jalan (PPJ), materai, serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi golongan tertentu.
Sementara itu, untuk layanan prabayar, dana yang dibayarkan pelanggan saat membeli token tidak sepenuhnya menjadi energi listrik. Sebagian nilai token akan terpotong secara otomatis untuk membayar PPJ sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah di lokasi pelanggan berada.
Sebagai ilustrasi, pelanggan dengan daya 2.200 VA di Jakarta yang membeli token Rp 200 ribu akan dikenakan PPJ sebesar 2,4 persen. Dari nominal tersebut, sekitar Rp 4.800 dipotong untuk pajak, sehingga nilai bersih yang dikonversi menjadi kWh listrik adalah Rp 195.200.
Untuk memudahkan pelanggan dalam memantau histori penggunaan dan pembelian energi, PLN mengimbau masyarakat memanfaatkan fitur dalam aplikasi PLN Mobile.
Bagi pelanggan pascabayar, tersedia pula fitur Swacam (Swadaya Catat Angka Meter). Melalui fitur ini, pelanggan dapat mencatat angka meter secara mandiri, sehingga penggunaan listrik bulanan terpantau lebih transparan dan dapat dikontrol dengan lebih baik.
Dengan memahami pola konsumsi dan seluruh komponen pembentuk biaya, pelanggan diharapkan mampu mengelola penggunaan listrik secara lebih bijak, efisien, dan nyaman.







