BeritaPolitik

Viral Juri Cerdas Cermat Kalbar Dinilai Tak Konsisten, Netizen Geram

106
×

Viral Juri Cerdas Cermat Kalbar Dinilai Tak Konsisten, Netizen Geram

Sebarkan artikel ini
kronologi-lengkap-cerdas-cermat-empat-pilar-mpr-2026-di-kalbar:-dari-kesalahan-juri-hingga-jadi-sorotan!
kronologi lengkap cerdas cermat empat pilar mpr 2026 di kalbar: dari kesalahan juri hingga jadi sorotan!

Pontianak – Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat mendadak menjadi sorotan nasional setelah cuplikan videonya viral di media sosial. Polemik muncul usai keputusan dewan juri dinilai tidak konsisten dalam memberi penilaian kepada peserta lomba.

Ajang yang semestinya menjadi kompetisi edukatif itu justru berubah menjadi perdebatan panas di internet. Banyak warganet menilai terjadi ketidakadilan dalam penilaian jawaban peserta, terutama terhadap tim dari SMAN 1 Pontianak.

LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat digelar di Pontianak pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kompetisi tersebut diikuti sejumlah SMA terbaik dari berbagai daerah di Kalbar dan menyisakan tiga sekolah di babak final, yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Lomba ini merupakan bagian dari program sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI yang mencakup Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kontroversi mulai muncul saat sesi rebutan di babak final berlangsung. Salah satu peserta dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Peserta menyebut unsur DPR dan DPD dalam jawabannya. Namun, dewan juri menyatakan jawaban tersebut kurang tepat karena kata “DPD” dianggap tidak terdengar jelas akibat artikulasi peserta.

Keputusan itu langsung memicu protes dari peserta dan penonton karena substansi jawaban dinilai sebenarnya sudah benar.

Polemik semakin memanas ketika tim lain kemudian memberikan jawaban dengan inti yang hampir sama, namun justru dinyatakan benar oleh dewan juri. Momen tersebut lalu viral setelah videonya tersebar luas di media sosial.

Banyak netizen menilai keputusan itu tidak konsisten. Istilah “artikulasi” bahkan menjadi bahan perbincangan luas dan memunculkan berbagai meme di internet.

Di tengah ramainya kritik publik, muncul penjelasan bahwa sistem audio atau speaker di lokasi lomba diduga mengalami masalah teknis. Hal itu disebut memengaruhi pendengaran dewan juri terhadap jawaban peserta.