BeritaPolitik

Nadiem Akui Bayar Gaji Tambahan Staf dari Kantong Pribadi

74
×

Nadiem Akui Bayar Gaji Tambahan Staf dari Kantong Pribadi

Sebarkan artikel ini
nadiem-makarim-blak-blakan-bilang-suka-nombok-bayar-gaji-anak-buahnya
nadiem makarim blak blakan bilang suka nombok bayar gaji anak buahnya

Jakarta – Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim mengaku memberikan gaji atau upah tambahan kepada staf khusus menteri (SKM) dari uang pribadinya sebesar Rp15 juta hingga Rp20 juta per bulan.

Pengakuan itu disampaikan Nadiem saat persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek periode 2019-2022, Senin, 11 Mei 2026.

Jaksa penuntut umum awalnya menanyakan soal gaji tambahan yang diberikan kepada lima staf Nadiem, termasuk Jurist Tan, Dei Sudarmo, dan Fiona Handayani, yang disebut diterima rutin setiap bulan.

Nadiem menjelaskan, tambahan gaji itu diberikan untuk memenuhi kebutuhan hidup para stafnya. Ia menyebut staf khusus menteri tidak memperoleh honor tambahan seperti pejabat struktural.

“Itupun mereka dengan tambahan yang saya berikan dari kantong pribadi saya, mereka masih mengalami penurunan gaji sampai dengan 40 persen. Dan mereka masih rela untuk bergabung untuk misi pendidikan Indonesia,” kata Nadiem di persidangan.

Ia juga mengaku tidak ingat secara rinci besaran gaji tambahan yang diberikan. Namun, Nadiem menyebut nilainya berada di kisaran Rp15 juta hingga Rp20 juta per bulan untuk seluruh SKM.

“Saya tidak ingat persisnya. Mungkin kisaran antara Rp15 sampai Rp20 juta per bulan untuk semua SKM kalau tidak salah,” ujarnya.

Dalam perkara ini, Nadiem Makarim bersama terdakwa lainnya didakwa merugikan negara Rp2,1 triliun terkait pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek pada 2019-2022.

Total ada 25 pihak, terdiri atas perorangan dan perusahaan, yang disebut memperkaya diri dalam perkara tersebut. Salah satunya, Nadiem Makarim, dengan nilai Rp809 miliar.

Namun, Nadiem membantah tudingan itu. Menurut dia, angka ratusan miliar tersebut merupakan hasil aksi korporasi antara Google dan Gojek yang tidak berkaitan dengan pengadaan Chromebook.