Jakarta – Pemulihan ekonomi di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) per 8 Mei mencatat, transaksi UMKM melalui platform e-commerce telah mencapai 13.209.182. Dari jumlah itu, Aceh membukukan 87.746 transaksi dengan 1.396 produk, Sumatera Utara 9.781.946 transaksi dengan 631 produk, dan Sumatera Barat 3.339.490 transaksi dengan 101 produk.
Jumlah tersebut naik 77 persen dibandingkan akhir April, ketika transaksi UMKM di platform e-commerce di tiga wilayah terdampak baru mencapai 7.461.422.
Peningkatan transaksi itu sejalan dengan percepatan penyaluran bantuan stimulan ekonomi untuk menopang kehidupan ekonomi para penyintas bencana di tiga daerah tersebut.
Secara rinci, Aceh telah menerima Rp250,48 miliar dari total Rp254,44 miliar bantuan stimulan ekonomi. Di Sumatera Utara, bantuan yang sudah tersalurkan mencapai Rp53,38 miliar dari total Rp62,90 miliar. Sementara di Sumatera Barat, Rp16,83 miliar dari total Rp17,74 miliar telah diberikan kepada penyintas bencana.
Juru Bicara Satgas PRR Amran menegaskan bahwa pemulihan ekonomi penyintas bencana menjadi prioritas utama dalam rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sumatera. Menurut dia, aktivitas ekonomi di tiga wilayah terdampak sudah berangsur pulih seiring membaiknya indikator ekonomi, termasuk UMKM, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan perbaikan pasar.
“Untuk peningkatan ekonomi sudah kita dorong terus, aktivitas ekonomi sudah hampir tuntas keseluruhan,” kata Amran dalam konferensi pers Satgas PRR di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Sebagai langkah lanjutan, Satgas PRR akan menuntaskan perbaikan pasar yang belum tersentuh di tiga daerah terdampak. Upaya itu dilakukan agar roda ekonomi masyarakat di wilayah bencana kembali pulih sepenuhnya.
“Di Sumbar sudah 100 persen (pasar). Kemudian di Sumut sudah 98 persen dan di Aceh 89 persen. Jadi tinggal beberapa pasar yang sedang dimaksimalkan agar bisa ditempati secepatnya,” kata Amran.







