Ecozone

IHSG Ditutup Melemah 144,43 Poin pada Perdagangan Hari Kamis

36
×

IHSG Ditutup Melemah 144,43 Poin pada Perdagangan Hari Kamis

Sebarkan artikel ini
4b687d21f08551dc97aef2cc5101e5de.jpg
4b687d21f08551dc97aef2cc5101e5de.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok ke zona merah pada penutupan perdagangan Kamis, 30 April 2026. Indeks utama Bursa Efek Indonesia tersebut anjlok 144,43 poin atau 2,03 persen dan harus berakhir di level 6.956,80.

Sepanjang sesi perdagangan, tekanan jual masif mendominasi pergerakan pasar. Tercatat 600 saham mengalami pelemahan, sementara hanya 146 saham yang mampu menguat dan 213 saham lainnya stagnan. Kondisi ini membuat seluruh sektor saham berakhir di zona negatif.

Sektor perindustrian menjadi penekan utama dengan pelemahan 2,95 persen, disusul sektor infrastruktur yang turun 2,93 persen, serta sektor properti dan real estat yang terkoreksi 2,19 persen. Indeks LQ45 pun turut tertekan dengan penurunan 2,16 persen ke level 669,34.

Pengamat pasar modal, Reydi Octa, menjelaskan bahwa kejatuhan IHSG dipicu oleh kombinasi sentimen negatif dari pasar global dan domestik. Penguatan dolar Amerika Serikat serta ketidakpastian kebijakan suku bunga memicu aksi lepas aset atau capital outflow oleh investor asing.

“Dari domestik, isu free float, HSC, hingga rebalancing indeks semakin memperdalam koreksi,” ujar Reydi. Menurutnya, sikap investor saat ini cenderung defensif dengan melakukan aksi jual bersih atau net sell di pasar saham tanah air.

Pelaku pasar saat ini masih menanti kejelasan mengenai arah kebijakan suku bunga global dan stabilitas nilai tukar Rupiah. Selain itu, kepastian regulasi di pasar domestik menjadi faktor kunci yang dinantikan investor sebelum mengambil keputusan investasi lebih lanjut.

Untuk jangka pendek, Reydi memproyeksikan IHSG masih akan bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah. Meski demikian, potensi technical rebound masih terbuka lebar jika sentimen pasar mulai stabil.

Adapun total volume perdagangan sepanjang hari ini mencapai 46,35 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 21,85 triliun dari 2,639 juta kali transaksi.