Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat standar operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas program prioritas nasional.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih berstatus penghentian sementara.
Dari 1.030 SPPG, 760 di antaranya sedang dalam proses perbaikan dan evaluasi.
“Bapak Presiden menekankan bahwa seluruh SPPG yang belum memenuhi standar harus dihentikan sementara operasionalnya hingga dilakukan perbaikan menyeluruh,” ujar Dadan, Senin (30/3/2026).
Penghentian sementara ini disebabkan beberapa faktor.
Di antaranya, belum terpenuhinya Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan ketiadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Selain itu, ketidaksesuaian porsi makanan dengan standar gizi juga menjadi perhatian.
BGN juga menyoroti penyajian menu Ramadan yang dinilai terlalu minimalis.
Evaluasi terhadap hal ini menjadi bagian penting dari perbaikan.
BGN menegaskan, Program MBG harus mengedepankan penyajian makanan segar dengan porsi sesuai standar gizi.
Evaluasi dan pembinaan akan terus dilakukan agar SPPG yang diberhentikan sementara dapat segera beroperasi kembali dengan kualitas yang lebih baik.
BGN berharap, pengetatan standar ini dapat mengoptimalkan pelaksanaan Program MBG dan meningkatkan status gizi masyarakat.







