Jakarta – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama pihak kepolisian resmi memperluas rekayasa lalu lintas *one way* lokal tahap 2 untuk mengurai kepadatan arus balik Lebaran 2026. Skema ini mulai berlaku Senin malam, 23 Maret 2026, pukul 20.00 WIB, membentang dari KM 390 ruas Tol Batang–Semarang hingga KM 70 ruas Tol Jakarta–Cikampek.
Kebijakan ini diterapkan sebagai respons atas peningkatan volume kendaraan yang signifikan menuju Ibu Kota.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung kelancaran arus balik.
“JTT melalui PT Jasamarga Semarang Batang mendukung penuh kebijakan rekayasa lalu lintas Kepolisian guna mengurai kepadatan dan menjaga kelancaran arus kendaraan. Petugas kami di lapangan terus bersiaga untuk memastikan operasional jalan tol aman dan lancar,” ujar Ria.
Koordinasi intensif antara JTT, kepolisian, dan para pemangku kepentingan terus berjalan untuk memantau kondisi lalu lintas secara *real time*. Ini krusial untuk menentukan penyesuaian rekayasa sewaktu-waktu sesuai perubahan situasi di lapangan.
Selain fokus pada kelancaran, JTT juga mengimbau para pengguna jalan tol untuk memprioritaskan keselamatan. Pengemudi diminta memastikan kondisi fisik prima dan kendaraan laik jalan sebelum melakukan perjalanan jauh. Pengguna jalan juga diimbau memeriksa kecukupan saldo uang elektronik, menjaga jarak aman, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan selama rekayasa berlangsung.
Untuk mendapatkan informasi lalu lintas terkini, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Travoy, mengakses media sosial resmi Jasamarga Transjawa Tol, atau menghubungi layanan One Call Center 24 jam di nomor 133.
Sementara itu, rekayasa lalu lintas *contraflow* di jalur Jakarta-Cikampek juga telah diberlakukan. Skema *contraflow* ini dibuka dari KM 70 hingga KM 36 arah Jakarta ruas Tol Jakarta-Cikampek oleh PT Jasamarga Transjawa Tol guna menambah kapasitas lajur menuju Ibu Kota.







