Berita

Polisi Buru Empat Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

114
×

Polisi Buru Empat Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Sebarkan artikel ini
kasus-penyiraman-air-keras-ke-aktivis-kontras,-polisi-sebut-pelaku-4-orang-naik-2-motor
kasus penyiraman air keras ke aktivis kontras, polisi sebut pelaku 4 orang naik 2 motor

Jakarta – Polda Metro Jaya mengungkap fakta baru dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Polisi menduga ada empat pelaku yang membuntuti korban.

Pelaku diduga menggunakan dua sepeda motor. Mereka menunggu korban sebelum mengikuti pergerakannya.

“Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iman Imanuddin, Senin, 16 Maret 2026.

Pelaku kemudian mengikuti korban ke Jalan Diponegoro dan Jalan Salemba 1.

Penyelidikan mengungkap, pelaku bergerak dari Jakarta Selatan dan berkumpul di kawasan Jalan Merdeka Timur, dekat Stasiun Gambir.

Sebelum ke Cikini, mereka melintasi Jalan Ir H Juanda, Jalan Medan Merdeka Barat, hingga kawasan Tugu Tani.

Polisi menduga pelaku mulai mengikuti korban setelah Andrie Yunus selesai kegiatan di kantor YLBHI. Korban sempat mengisi bensin di SPBU Cikini.

Pelaku terlihat di SPBU sekitar pukul 23.32 hingga 23.35 WIB, menunggu momen untuk beraksi.

Serangan terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.

“Di sana tempat kejadian perkara terjadi dan kami memperoleh rekaman CCTV dengan gambar yang cukup jelas,” kata Imanuddin.

Polisi membentuk tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, hingga Bareskrim Polri.

Tim telah mengumpulkan dan menganalisis puluhan rekaman CCTV dari berbagai titik di Jakarta.

“Dari 86 titik kamera pengawas yang kami analisa terdapat 2.610 rekaman video dengan total durasi sekitar 10.320 menit,” jelasnya.

Rekaman berasal dari ETLE, CCTV pemerintah daerah, serta kamera pengawas milik warga dan perkantoran di sepanjang jalur yang diduga dilalui pelaku.