Pemilihan Presiden (Pilpres) tinggal dua tahun lagi. Sejumlah nama telah mencuat berpotensi maju dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Salah satu yang kuat akan maju kembali adalah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Kepopuleran sosok Prabowo masih menjadi perhitungan dalam kancah pemilihan pemimpin nomor satu di Indonesia, mendatang. Lalu, siapa sajakah sosok yang kuat bisa mendampingi mantan Pangkostrad tersebut ?
Fenesia melirik ada empat nama yang akan mendampinginya :
Gatot Nurmantyo
Panglima TNI Gatot Nurmantyo menjadi orang terkuat yang bisa menjadi pendamping Prabowo Subianto. Hal ini karena elektabilitasnya yang terus menanjak naik hingga saat ini.
Banyak kalangan menilai, sosok Gatot dapat menjadi pembawa perubahan yang baru dan tegas. Namun, jika komposisi Prabowo-Gatot dibentuk akan terjadi militer dengan militer.
Agus Harimurti Yudhoyono
Anak sulung mantan Presiden RI ke-6, Agus Yudhoyono juga didapuk dapat mendampingi Prabowo. Namun, ada beberapa faktor yang kurang tepat nantinya jika mereka dipasangkan. Pertama, sama-sama berbasis militer.
Kemudian, kedua, elektabilitas dan kepercayaan publik masih kurang terhadap Agus. Namun, itu semua merupakan kewenangan Prabowo nantinya.
Rizal Ramli
Mantan menteri ini juga dianggap sangat layak mendampingi Prabowo Subianto. Hal ini mengingat respek masyarakat sangat tinggi kepada Rizal saat dengan lantang mempersoalkan Reklamasi Jakarta yang dinilai merugikan masyarakat.
Jika mereka disandingkan, maka merupakan komposisi yang cukup baik, karena militer dengan ekonom.
Tuan Guru Zainul Majdi
Gubernur Nusa Tenggara Barat ini juga digadang-gadang bisa mendampingi Prabowo pada Pilpres 2019. Ia dikenal sebagai sosok yang tegas dan berpihak kepada umat islam.
Respon masyarakat juga cukup baik pada orang nomor satu NTB tersebut. Komposisi ini akan menciptakan militer dan birokrat yang dinilai bagus dalam memimpin suatu negara.
Nah, itulah empat nama calon kuat menurut Fenesia sebagai pendamping Prabowo Subianto untuk Pilpres 2019. Sejatinya, banyak nama lain, namun belum begitu terlihat, maka itu, kita lihat bagaimana pergerakan politik Indonesia, kedepan.













