Berita

3 Desember: Indonesia dan Dunia Peringati Hari Disabilitas, Bakti Sosial

136
×

3 Desember: Indonesia dan Dunia Peringati Hari Disabilitas, Bakti Sosial

Sebarkan artikel ini
e9d9859e6131404ab8eaa424fe3c491d.jpg
e9d9859e6131404ab8eaa424fe3c491d.jpg

Fenesia – Setiap tanggal 3 Desember menjadi penanda penting bagi berbagai peristiwa global dan nasional. Mulai dari peringatan Hari Penyandang Disabilitas Internasional yang digaungkan Perserikatan Bangsa-Bangsa, hingga Hari Bakti Pekerjaan Umum di Indonesia yang mengenang perjuangan heroik di Bandung. Tanggal ini sarat akan makna historis dan sosial, menyerukan kesadaran inklusif sekaligus mengenang pengabdian tanpa pamrih.

Secara global, 3 Desember didedikasikan sebagai Hari Penyandang Disabilitas Internasional (IDPD). Peringatan ini diinisiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 1992 melalui Resolusi Majelis Umum 47/3.

Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran publik terhadap isu-isu disabilitas. PBB juga memobilisasi dukungan demi martabat, hak, dan kesejahteraan para penyandang disabilitas di seluruh dunia.

Peringatan ini bukan sekadar seremonial. PBB menyerukan agar masyarakat dunia lebih inklusif. Ini memastikan penyandang disabilitas dapat berpartisipasi penuh dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari politik, sosial, ekonomi, hingga budaya.

Setiap tahun, tema yang diusung selalu relevan dengan tantangan zaman. Isu-isu seperti aksesibilitas teknologi atau kesetaraan di tempat kerja sering menjadi sorotan utama.

Sementara itu di Indonesia, 3 Desember memiliki makna khusus sebagai Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU). Tanggal ini mengukir sejarah perjuangan para pahlawan bangsa pada masa revolusi kemerdekaan.

Tepat pada 3 Desember 1945, terjadi pertempuran sengit di Gedung Departement Van Verkeer En Waterstaat, yang kini dikenal sebagai Gedung Sate, Bandung. Sebanyak 21 pemuda pegawai PU berjuang mati-matian mempertahankan gedung tersebut dari serbuan tentara Sekutu (NICA) yang bersenjata lengkap.

Dalam pertempuran yang tidak seimbang itu, tujuh pemuda gugur sebagai kusuma bangsa. Mereka dikenal sebagai “Sapta Taruna”: Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu, dan Soerjono.

Peristiwa heroik inilah yang menjadi landasan penetapan 3 Desember sebagai Hari Bakti PU. Momentum ini menjadi pengingat semangat pengabdian tanpa pamrih dalam membangun infrastruktur negeri, sebuah “jalan” yang dirintis dengan darah dan air mata para pendahulu.

Selain kedua peringatan tersebut, tanggal 3 Desember juga mencatat beberapa tonggak sejarah penting lainnya di dunia. Pada 1967, operasi transplantasi jantung pertama di dunia berhasil dilakukan di Afrika Selatan.

Kemudian, pada 1992, pesan teks atau SMS pertama di dunia sukses dikirimkan. Dua tahun berselang, tepatnya 1994, perusahaan Sony merilis konsol PlayStation (PS) pertamanya di Jepang, yang kemudian menjadi primadona di kalangan pecinta game global.