Berita

Yayasan Sihatihat Dorong Gerakan Tanam Pohon Massal Cegah Bencana Hidrometeorologi

12
×

Yayasan Sihatihat Dorong Gerakan Tanam Pohon Massal Cegah Bencana Hidrometeorologi

Sebarkan artikel ini
gerakan-tanam-pohon,-langkah-nyata-pulihkan-alam-kurangi-emisi-karbon
gerakan tanam pohon, langkah nyata pulihkan alam kurangi emisi karbon

Jakarta – Gerakan menanam pohon kini dipandang sebagai langkah krusial untuk memulihkan kondisi lingkungan di tengah rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Sumatra. Upaya pemulihan ini ditegaskan bukan lagi sekadar opsi, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh lapisan bangsa.

Ketua Yayasan Sihatihat Sanjaya Center, Hari Sanjaya Siregar, menyampaikan bahwa frekuensi bencana hidrometeorologi yang meningkat belakangan ini dipicu oleh berkurangnya tutupan hutan dan alih fungsi lahan yang tidak terkendali, serta dampak perubahan iklim.

Hal tersebut ia sampaikan dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (1/7).

Menurut Hari, kondisi tersebut menuntut adanya gerakan pemulihan secara kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Yayasan yang dipimpinnya kini menggandeng berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga generasi muda untuk melakukan rehabilitasi lingkungan.

Hari menjelaskan bahwa penanaman pohon memiliki fungsi ganda. Selain menghijaukan kembali kawasan terdampak, langkah ini dapat memperkuat daya resap tanah terhadap air untuk meminimalisir potensi banjir. Lebih jauh, kegiatan tersebut juga efektif dalam mencegah erosi, menjaga kelestarian sumber mata air, serta melindungi ekosistem penopang kehidupan masyarakat.

Selain manfaat fisik, Hari menyoroti peran strategis pohon dalam menyerap karbon dioksida guna menekan laju pemanasan global.

Ia menyebut penanaman pohon merupakan kontribusi nyata dalam upaya pengurangan emisi karbon. Hal itu dikarenakan pohon berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida yang efektif.

Semakin luas kawasan hijau yang dibangun dan dipelihara, maka semakin besar pula peran Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim. Langkah ini diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Terkait upaya tersebut, Hari menekankan bahwa penyelesaian masalah lingkungan tidak bisa diselesaikan secara parsial.

Menurutnya, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk membangun gerakan penghijauan yang berkelanjutan.

Hari berharap penanaman pohon dapat menjadi budaya sekaligus gerakan bersama. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini hendaknya bukan sekadar acara seremonial, melainkan komitmen jangka panjang demi menjaga kelestarian bumi.