FENESIA -Konflik Israel-Palestina terus memanas dan menarik perhatian dunia internasional. Presiden Rusia, Vladimir Putin, baru-baru ini mengungkapkan pandangannya terhadap isu tersebut dalam sebuah konferensi pers di Moskow.
Putin menyatakan keprihatinannya terhadap eskalasi konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Ia menegaskan bahwa Rusia mendukung penyelesaian damai berdasarkan solusi dua negara yang diakui secara internasional.
Dalam pandangan Putin, Israel dan Palestina dapat hidup berdampingan dengan batas internasional yang diakui.
Presiden Rusia menekankan bahwa isu Palestina memiliki makna mendalam bagi umat Islam, dianggap sebagai ekspresi ketidakadilan yang sulit dijelaskan. “Isu Palestina menjadi fokus perhatian setiap individu yang memeluk agama Islam,” ungkap Putin.
Putin juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tindakan Israel yang dianggap merampas tanah Palestina.
“Rusia menganggap penempatan pemukim Israel di wilayah yang dihuni Palestina sebagai pelanggaran hukum internasional,” tegasnya.
Putin Tegaskan Perlunya Solusi Konflik Berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB
Ia menegaskan perlunya solusi konflik yang didasarkan pada Resolusi Dewan Keamanan PBB, termasuk Resolusi 2334 tahun 2016 yang menuntut penghentian pembangunan pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki.
Putin mendorong dialog, mendukung inisiatif internasional untuk mengakhiri konflik, dan memastikan keterlibatan Quartet Timur Tengah (PBB, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Rusia). Selain itu, Rusia siap memberikan kontribusi dalam upaya mediasi untuk mencapai penyelesaian yang adil dan berkelanjutan.
Reaksi Presiden Putin menjadi perhatian khusus di tengah eskalasi kekerasan. Perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah menjadi kepentingan global yang harus diperjuangkan bersama untuk mencapai solusi yang adil bagi semua pihak.
Kondisi saat ini membutuhkan langkah-langkah konkret dan kebijakan bijak untuk mengatasi sengketa dan membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Israel dan Palestina. Upaya bersama dari negara-negara besar seperti Rusia, Amerika Serikat, dan komunitas internasional akan sangat menentukan dalam mencapai tujuan perdamaian di kawasan ini.












