Berita

Survei Celios: Publik Nilai Kinerja Prabowo-Gibran Setahun Hanya 3/10

98
×

Survei Celios: Publik Nilai Kinerja Prabowo-Gibran Setahun Hanya 3/10

Sebarkan artikel ini
ea411ab1a09cd792f90415b9a2fa5fd0.jpg
ea411ab1a09cd792f90415b9a2fa5fd0.jpg

Jakarta – Lembaga penelitian Center for Economic and Law Studies (Celios) merilis hasil survei penilaian kinerja satu tahun Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Responden memberikan nilai rata-rata 3 dari 10 untuk pemerintahan Prabowo-Gibran yang akan berusia satu tahun pada 20 Oktober 2025.

Dalam survei yang diluncurkan pada Minggu, 19 Oktober 2025 ini, Celios menggunakan pendekatan penilaian pakar dengan melibatkan 120 jurnalis dari 60 lembaga pers. “Rata-rata nilai itu ada di angka 3 dari 10,” kata peneliti Celios Media Askar dalam konferensi pers.

Celios mengungkapkan, mayoritas jurnalis memberikan nilai rendah. Sebanyak 29 persen responden memberi nilai 1 dari 10 atau sangat buruk terhadap kinerja Prabowo-Gibran. Sementara itu, 14 persen memberikan nilai 2 dari 10 dan 20 persen memberi nilai 3 dari 10.

Di sisi lain, hanya sedikit responden yang memberikan nilai tinggi. Hanya 2 persen responden yang memberikan nilai 8 dari 10 dan 1 persen responden memberi nilai 9 dari 10. Tidak ada responden yang memberikan nilai sempurna atau 10 kepada Prabowo-Gibran.

Rata-rata penilaian ini menunjukkan penurunan dibandingkan survei serupa yang dilakukan Celios saat 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran. “Ada penurunan dari kualitas kinerja Prabowo Subianto dan Gibran berdasarkan hasil teman kami,” ujar Media.

Ketika pemerintahan baru berumur 100 hari, Prabowo mendapatkan nilai 5 dari 10, sedangkan Gibran mendapatkan nilai 3 dari 10. Angka tersebut kini turun menjadi 3 dari 10 untuk Prabowo dan 2 dari 10 untuk Gibran.

Celios juga menanyakan sektor-sektor yang dianggap belum ditangani dengan baik oleh Prabowo-Gibran selama satu tahun terakhir. Hasilnya, 19 persen menjawab sektor penegakan hukum dan HAM, 17 persen menjawab sektor lingkungan, dan 14 persen menjawab ekonomi.

Selain itu, 14 persen responden menyebut pendidikan, 11 persen kesehatan, 11 persen sektor sosial, 7 persen infrastruktur, dan 7 persen sektor pertanian.

Menurut Media, laporan ini bukanlah opini Celios. “Melainkan agregasi rangkuman dari suara masyarakat yang kami lakukan lewat metodologi penelitian berkaitan dengan evaluasi kinerja ini,” ucap dia.

Celios menggunakan metode survei berbasis expert judgement atau penilaian pakar. Panel yang terdiri dari 120 jurnalis dari 60 lembaga pers di Indonesia mewakili berbagai desk pemberitaan, termasuk ekonomi, sosial-politik, hukum dan hak asasi manusia, hingga lingkungan. Survei ini dilakukan pada 30 September hingga 13 Oktober 2025.

Celios meyakini evaluasi kinerja lebih tepat dilakukan oleh pihak yang memiliki pemahaman mendalam tentang pemerintahan. “Dan di antara kelompok-kelompok masyarakat, yang kami lihat sangat powerful dan mengikuti day-to-day jalannya pemerintahan itu adalah para jurnalis,” kata Media.

Masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bakal memasuki satu tahun pada 20 Oktober 2025. Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menilai kepala negara telah bekerja keras.

“Prabowo tidak punya tanggal merah,” kata Sjafrie di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Jumat, 17 Oktober 2025. Sjafrie mengklaim, kerja-kerja yang telah dilakukan Prabowo selama memimpin pemerintahan diprioritaskan untuk rakyat. Keberpihakan terhadap rakyat itu, kata Sjafrie, terpotret dari program kerjanya, terutama yang menyangkut soal pangan. “Prabowo selalu memikirkan bagaimana keberpihakan kepada rakyatnya,” ujarnya.