Berita

Rupiah Tertekan Konflik Timur Tengah, Dolar AS Terus Menguat

115
×

Rupiah Tertekan Konflik Timur Tengah, Dolar AS Terus Menguat

Sebarkan artikel ini
rupiah-lanjutkan-tren-pelemahan,-ini-penyebabnya
rupiah lanjutkan tren pelemahan, ini penyebabnya

Jakarta – Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS. Konflik di Timur Tengah disebut menjadi penyebab utama tren negatif ini.

Rupiah kini mendekati level Rp17.000 per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah melemah 20,50 poin atau 0,12 persen.

Pada penutupan perdagangan Jumat (6/3/2026), nilai rupiah berada di 16.925 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp 16.903 per dolar AS.

“Konflik di Timur Tengah memasuki hari ketujuh pada hari Jumat tanpa tanda-tanda mereda yang jelas, membuat pasar keuangan global tetap waspada,” ujar seorang pengamat.

Pertempuran antara AS-Israel dan Iran semakin intensif. Serangan rudal terjadi di berbagai wilayah.

Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global.

Presiden AS menyatakan keinginannya untuk berperan dalam menentukan pemimpin Iran berikutnya setelah perang berakhir. Pernyataan ini menambah ketidakpastian politik.

Harga minyak terus naik karena konflik mengancam infrastruktur energi dan jalur pelayaran di Teluk. Lonjakan harga minyak mentah memicu kekhawatiran inflasi global.

Situasi ini mempersulit prospek bank sentral global, termasuk Federal Reserve AS. Harga minyak yang tinggi dapat membuat pembuat kebijakan lebih hati-hati dalam memangkas suku bunga.

Investor kini menantikan laporan data pekerjaan non-pertanian AS bulan Februari. Data ini akan memberikan sinyal tentang kekuatan pasar tenaga kerja dan arah kebijakan moneter.

Angka yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve dapat menunda pemotongan suku bunga.