JAKARTA – Pusat Studi Ilmu Kepolisian (PSIK) dan Universitas Diponegoro (Undip) kini resmi bekerja sama. Pengumuman kemitraan ini disampaikan pada Kamis (12/03/2026).

Kolaborasi ini bertujuan memperkuat pengembangan ilmu kepolisian. Fokusnya meliputi riset, pendidikan, dan peningkatan literasi akademik.

Ketua PSIK, Prof. Chryshnanda Dwilaksana, menekankan pentingnya kolaborasi ini. Sinergi antara kepolisian dan akademisi dinilai krusial untuk transformasi pengetahuan di Polri.

“Sumber daya manusia adalah aset utama bangsa, termasuk Polri,” ujarnya. Akademisi dan pakar dapat membantu polisi mengatasi masalah kompleks.

Kerja sama lintas disiplin ilmu penting untuk pengembangan kajian kepolisian. Prinsip pemolisian bisa sama, namun implementasinya harus sesuai karakter masyarakat setempat.

“Polisi yang baik adalah polisi yang cocok dengan masyarakat dan kebudayaannya,” tegasnya.

Konsep “civilian police” yang mengedepankan nilai kemanusiaan juga ditekankan. Polisi tidak hanya penegak hukum, tetapi juga penjaga kehidupan sosial.

“Keutamaan polisi adalah bekerja bagi kemanusiaan, keteraturan sosial, dan peradaban,” katanya.

PSIK dan Undip diharapkan dapat mengembangkan kajian ilmiah tentang kepolisian. Ini bisa melalui penelitian, jurnal, dan penerbitan buku.

Literasi penting untuk profesionalisme kepolisian. Rendahnya literasi dapat berdampak negatif pada perilaku organisasi.

Di era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity), peran akademisi semakin penting. Mereka dapat membantu kepolisian beradaptasi dengan perubahan.

“Polisi harus satu langkah lebih maju dari masyarakat,” pungkasnya.

Kerja sama ini diharapkan memajukan ilmu kepolisian di Indonesia. Sinergi antara kepolisian dan akademisi diharapkan membangun peradaban dan menjaga keteraturan sosial.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *