Koma.id -Pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait prediksi potensi kekacauan pada Juli-Agustus 2026 memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
Ucapan tersebut menjadi sorotan karena dinilai beriringan dengan munculnya berbagai narasi yang mengarah pada upaya menggoyang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Silakan gulirkan ke bawah
Sebelumnya, pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, juga menyampaikan pandangan yang dinilai memperkuat spekulasi terkait dinamika politik nasional.
Hal ini semakin memperkeruh situasi dan memicu beragam respons dari berbagai kalangan. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal GibrabKu, Pangeran Mangkubumi, menyampaikan keprihatinannya atas pernyataan yang dilontarkan Jusuf Kalla.
Ia menilai, sebagai negarawan senior yang pernah dua kali menjabat sebagai wakil presiden, Jusuf Kalla seharusnya memberikan teladan serta pandangan yang menyejukkan bagi masyarakat.
Menurut Pangeran Mangkubumi, pernyataan yang bersifat provokatif dan pesimistis berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Ia menegaskan bahwa tokoh senior semestinya berperan sebagai penguat soliditas nasional, bukan justru memperkeruh suasana dengan narasi yang dinilai tendensius.
Lebih lanjut, ia juga menyayangkan sikap tersebut karena dianggap dapat mencoreng rekam jejak positif yang selama ini telah dibangun Jusuf Kalla.
Pangeran menilai, pernyataan yang berkembang saat ini berpotensi mendelegitimasi pemerintahan yang sah secara konstitusional serta mengganggu stabilitas politik nasional.
Jangan lupa temukan juga kami di Google News.














