Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh pihak untuk menghentikan pengiriman karangan bunga ulang tahun kepadanya. Ia menyarankan agar dana yang seharusnya digunakan untuk itu dialihkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Pesan tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat meninjau Kantor Pos Indonesia di Cikini, Jakarta Pusat, pada 17 Oktober 2025. Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo sangat menghargai dan berterima kasih atas semua ucapan selamat dan doa yang telah disampaikan kepadanya.
“Beliau berpesan, barangkali kalau yang belum terlanjur, beliau menyarankan untuk tidak perlu mengirim karangan bunga atau bunga apapun,” kata Prasetyo. “Kalau ada rezeki, beliau lebih menyarankan untuk kita bisa membantu saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan.”
Hari ini, 17 Oktober, Presiden Prabowo Subianto genap berusia 74 tahun. Sebelumnya, berbagai tokoh telah menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Ketua Umum Partai Gerindra itu, antara lain Anies Baswedan, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, hingga Chairman and Editor in Chief Forbes Malcolm Stevenson Jr. atau yang dikenal Steve Forbes.
Prabowo Subianto lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951, putra dari pasangan ekonom ternama Indonesia, Sumitro Djojohadikusumo, dan Dora Sigar.
Masa muda dan pendidikan formalnya banyak dihabiskan di luar negeri. Ia mengenyam pendidikan dasar di Elementary School Hongkong dan Victoria Institution di Kuala Lumpur, Malaysia. Kemudian melanjutkan studinya di Zurich International School di Swiss dan The American School di London, Inggris. Setelah kembali ke Indonesia, Prabowo masuk AKABRI di Magelang, Jawa Tengah, dan lulus pada 1974.
Setelah diberhentikan dari kedinasan militer, Prabowo sempat mengasingkan diri ke Yordania. Sekembalinya ke Tanah Air, ia mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra pada 6 Februari 2008.
Melalui partai ini, Prabowo telah lima kali maju dalam pemilihan presiden Indonesia, baik sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden.
Pencalonan pertamanya terjadi pada Pemilu 2009, di mana ia menjadi calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri. Pada Pilpres 2014, Prabowo mencoba peruntungannya sebagai calon presiden bersama Hatta Rajasa, namun kalah dari pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Prabowo kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2019, berpasangan dengan Sandiaga Uno. Namun, ia kembali kalah dari Joko Widodo yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin dan terpilih untuk periode kedua.
Pada 23 Oktober 2019, Prabowo Subianto ditunjuk dan dilantik sebagai Menteri Pertahanan Indonesia periode 2019-2024 dalam Kabinet Indonesia Maju.
Ketika menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo kembali mencalonkan diri sebagai presiden didampingi putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai calon wakilnya. Pasangan Prabowo-Gibran akhirnya memenangkan pemilihan presiden 2024 dan dilantik pada 20 Oktober 2024.







