Jakarta – Pemerintah Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program pembiayaan rumah subsidi syariah khusus untuk da’i, guru ngaji, aktivis Islam, dan pegawai ormas Islam di bawah MUI.
Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, BP Tapera, dan BTN.
Peluncuran program dilakukan melalui penandatanganan MoU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (26/7/2025).
BTN menargetkan pembangunan dan pembiayaan 5.000 unit rumah subsidi syariah pada tahun 2025.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, berharap program ini dapat membantu para tokoh dan penggerak umat Islam memiliki hunian layak.
“Kami berharap para tokoh dan penggerak umat Islam di seluruh Indonesia dapat memiliki hunian layak dengan skema yang nyaman di hati,” ujar Nixon, Senin (27/7/2025).
Selain pembiayaan rumah, BTN juga akan menyediakan layanan perbankan lain untuk mendukung operasional MUI.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyatakan pemerintah mengalokasikan subsidi untuk 350 ribu unit rumah tahun ini, yang merupakan jumlah terbanyak dalam sejarah.
Maruarar menambahkan BTN menjadi kontributor terbesar dengan realisasi 220 ribu unit. “BTN paling serius dalam mendukung program perumahan rakyat,” tegasnya.
Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Ma’ruf Amin, mengapresiasi program ini sebagai bagian dari ibadah.
Ketua Umum MUI, K.H. Anwar Iskandar, menambahkan program ini bermanfaat bagi umat dan akan menjadi amal jariyah.
BTN Syariah mencatat penyaluran pembiayaan perumahan subsidi sebesar Rp28,5 triliun hingga Maret 2025, tumbuh 16,3% secara tahunan.
Total penyaluran pembiayaan BTN Syariah mencapai Rp46,26 triliun, naik 18,2% secara tahunan.







