Berita

Prabowo Bertemu Emmanuel Macron Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis Indonesia-Prancis

64
×

Prabowo Bertemu Emmanuel Macron Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis Indonesia-Prancis

Sebarkan artikel ini
94ee84530d640de38cfca4f1a3c2ede7.jpg
94ee84530d640de38cfca4f1a3c2ede7.jpg

Paris – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menemui Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée untuk membahas penguatan kerja sama bilateral sekaligus menyuarakan sikap Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.

Sekretaris Kabinet, Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa pertemuan empat mata tersebut menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan terkait dinamika geopolitik dunia yang tengah berkembang pesat.

“Dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden selain memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Prancis, juga akan menyampaikan posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian dunia,” ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 14 April 2026.

Lawatan Prabowo ke Paris dilakukan sesaat setelah kunjungan kerjanya di Rusia. Presiden tiba di ibu kota Prancis pada Senin malam, 13 April 2026, pukul 23.50 waktu setempat, setelah menempuh perjalanan udara selama 3,5 jam dari Moskow.

Sebelum bertolak ke Prancis, Prabowo sempat melakukan pertemuan intensif selama lima jam dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin. Pertemuan tersebut diklaim membuahkan hasil konkret terkait kemitraan strategis di sektor energi, sumber daya mineral, dan pengembangan industri nasional.

Prabowo menyatakan bahwa dalam pertemuan di Moskow, pihak Rusia telah berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap berbagai kebutuhan strategis Indonesia. Selain kerja sama ekonomi, lawatan tersebut juga difokuskan untuk menyamakan persepsi mengenai perubahan geopolitik global yang dinilai bergerak sangat cepat.

Dalam kunjungan sebelumnya di Moskow, Presiden Prabowo juga sempat menyerahkan cendera mata berupa miniatur Candi Borobudur kepada Presiden Putin sebagai simbol penghormatan diplomatik.