Jakarta – Pilkada Serentak 2024 akan digelar pada Rabu, 27 November di 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota.
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai pilkada sebaiknya dipilih langsung oleh rakyat.
Menurutnya, sistem ini lebih ideal untuk memilih pemimpin.
“Kalau kita mau mempertahankan Indonesia dengan sistem demokrasi, maka pilkada sebaiknya dipilih rakyat,” ujarnya, Rabu (24/12/2025).
Ia menekankan pentingnya transparansi anggaran dan calon yang kompeten serta kredibel.
Jerry mengakui pilkada langsung punya kekurangan.
Namun, pilkada melalui DPRD berpotensi menimbulkan masalah yang lebih besar.
“Jika kepala daerah dipilih DPRD maka hanya partai penguasa yang menentukan calon kepala daerah tanpa mekanisme KPU,” katanya.
Calon kepala daerah berpotensi “bermain mata” dengan pimpinan partai politik.
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, sebelumnya mengusulkan agar kepala daerah dipilih melalui DPRD.
Usulan ini disampaikan pada acara HUT ke-61 Partai Golkar, Jumat (5/12/2025).
Bahlil mengatakan pembahasan RUU terkait akan dimulai tahun depan dengan melibatkan semua pihak.
Tujuannya agar pembahasan komprehensif dan mengakomodir aspirasi semua pihak.
“RUU Ini harus melalui kajian yang mendalam,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menyertakan aspirasi semua pihak agar tidak ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
“Saya khawatir, jangan sampai UU sudah jadi, sampai di MK, MK membuat yang lain, bahkan bisa mengubah, bahkan bisa membuat norma baru lagi,” pungkas Bahlil.














