Jakarta – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bekerja sama dengan ProConnect. Tujuannya mempercepat digitalisasi rekrutmen SDM pariwisata dan perhotelan.

Inisiatif ini mendapat dukungan dari ASEAN Tourism Association (ASEANTA).

Sesi Onboarding Nasional ProConnect diadakan sebagai langkah strategis. Tujuannya mentransformasi dan mendigitalisasi rekrutmen SDM di sektor pariwisata dan perhotelan Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri oleh hotel dan pengurus PHRI dari berbagai daerah. Diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pelaku industri, asosiasi, dan platform digital.

Tujuannya mendorong adopsi sistem rekrutmen yang lebih modern, efisien, dan sesuai kebutuhan industri.

Inisiatif ini bertujuan mendorong digitalisasi rekrutmen SDM pariwisata dan perhotelan yang profesional dan berkualitas. Khususnya di kalangan anggota PHRI, melalui platform rekrutmen talenta berbasis keterampilan dan sertifikasi.

Hal ini dilakukan dalam kerangka implementasi Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professionals (MRA-TP). Kebijakan ini telah ada di tingkat ASEAN, namun manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan industri.

Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani, menekankan pentingnya peran industri sebagai pengguna utama tenaga kerja. Industri harus menjadi penggerak utama peningkatan kualitas SDM pariwisata.

“Industri adalah pihak yang paling memahami kebutuhan tenaga kerja di lapangan. Karena itu, transformasi rekrutmen harus dipimpin oleh industri sendiri,” kata Hariyadi.

Menurutnya, ProConnect menjadi pelengkap kebutuhan penyediaan SDM di bidang industri dan kepariwisataan.

“ProConnect menjadi salah satu alat strategis bagi anggota PHRI untuk mendapatkan akses terhadap talenta yang kompeten, siap kerja, dan sesuai dengan kebutuhan usaha,” ujarnya.

Presiden ASEANTA, Eddy Soemawilaga, menyampaikan bahwa inisiatif ini menunjukkan bagaimana kolaborasi berbasis industri dapat menjadi solusi atas tantangan implementasi kebijakan di tingkat regional.

“ASEANTA siap terus bekerja sama dengan PHRI untuk memastikan ProConnect memberikan manfaat nyata bagi industri dan tenaga profesional pariwisata,” kata Eddy.

Ia mendorong seluruh pegiat perhotelan dan pariwisata di bawah koordinasi PHRI untuk memaksimalkan penggunaan ProConnect. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan human resources mereka.

“Saya mengajak seluruh anggota PHRI untuk memanfaatkan ProConnect secara aktif sebagai employer dan bersama-sama mewujudkan kualitas SDM pariwisata ASEAN, khususnya Indonesia, yang lebih kuat,” tukasnya.

CEO sekaligus Co-Founder ProConnect, Gautama Adi Kusuma, menjelaskan bahwa ProConnect dirancang khusus untuk sektor pariwisata dan perhotelan.

“ProConnect menghubungkan kebutuhan industri dengan talenta pariwisata dan perhotelan yang telah terverifikasi berdasarkan keterampilan dan sertifikasi. Tujuannya sederhana (yakni) membantu hotel dan pelaku usaha merekrut talenta profesional dengan tepat, lebih cepat, dan lebih terpercaya,” kata Gautama.

Kerja sama antara PHRI dan ProConnect akan terus berlanjut melalui koordinasi dan diskusi lanjutan dengan hotel-hotel serta anggota PHRI. Tujuannya untuk memperluas proses onboarding ke dalam platform ProConnect.

Melalui kolaborasi PHRI, ProConnect, dan ASEANTA, inisiatif ini diharapkan menjadi fondasi penguatan ekosistem SDM pariwisata yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan industri.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *