Berita

Pertamina Pacu Pengembangan EBT, Jamin Ketahanan Energi Nasional

106
×

Pertamina Pacu Pengembangan EBT, Jamin Ketahanan Energi Nasional

Sebarkan artikel ini
di-tengah-gejolak-energi-dunia,-pertamina-dorong-energi-terbarukan
di tengah gejolak energi dunia, pertamina dorong energi terbarukan

Jakarta – PT Pertamina (Persero) mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Tujuannya untuk mewujudkan ketahanan energi nasional.

Komitmen ini menjadi solusi energi jangka panjang. Terutama di tengah situasi geopolitik global yang berdampak pada pasokan dan harga energi dunia.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan pengembangan EBT adalah langkah strategis. Ini demi ketahanan energi nasional.

Langkah ini juga mendukung target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) pemerintah. Tujuannya menuju masa depan yang berkelanjutan.

“Dinamika geopolitik global memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi fosil,” kata Baron, Jumat (3/4/2026).

“Karena itu, Pertamina terus memperkuat bauran energi melalui pengembangan EBT,” lanjutnya.

Upaya ini meningkatkan independensi energi nasional. Sekaligus mewujudkan energi yang lebih bersih.

Hingga akhir 2025, Pertamina menghasilkan 8.743 GWh energi bersih. Energi ini berasal dari sumber energi rendah karbon.

Energi bersih seperti panas bumi menjadi sumber energi pembangkit. Kapasitas terpasang mencapai 3.271 MW.

Di antaranya, PLTBg sebesar 2,4 MW. Kemudian Gas to Power dari Jawa Satu Power sebesar 1.760 MW.

Lalu Gas to Power dari Pertamina Power Indonesia sebesar 12,9 MW. Serta solar dari Pertamina Power Indonesia sebesar 55,3 MW. Energi panas bumi sebesar 772,5 MW.

Selain itu, saham Pertamina New & Renewable Energy di Citicore Renewable Energy Corporation (CREC) menghasilkan 669,3 MW listrik tenaga surya.

Pengembangan energi bersih tak hanya untuk komersial. Pertamina juga mendorong pemanfaatan energi bersih di masyarakat.

Pertamina telah membangun 252 Desa Energi Berdikari (DEB) di seluruh Indonesia. Tujuannya mengembangkan energi transisi.

Energi transisi itu yakni panel surya, mikrohidro, biogas dan energi terbarukan lainnya.

“Kami berharap dengan pemanfaatan energi transisi, masyarakat desa tak hanya memiliki ketahanan energi, tapi juga penggerak aktivitas ekonomi,” ungkap Baron.

Dari jumlah tersebut, 156 lokasi DEB mampu memproduksi 15,8 ribu ton beras. Serta 890,4 ton bahan pangan non beras, untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Ke depan, Pertamina berkomitmen memperluas inisiatif berbasis energi bersih dan pemberdayaan masyarakat.

Harapannya, Indonesia mampu menghadapi gejolak ekonomi dan perubahan iklim. Serta tumbuh menjadi pusat kemandirian energi dan ekonomi baru.

Pemanfaatan EBT ini sejalan dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) Pemerintah.

Pertamina berkomitmen mendorong transisi energi. Tak hanya menjadi sumber energi namun sebagai upaya menurunkan emisi karbon di Indonesia.

Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060. Serta terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh upaya ini sejalan dengan transformasi Pertamina. Transformasi berorientasi tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.