Showbiz

Pernyataan Lawas Rina Nose Soal LGBT Kembali Viral dan Tuai Perdebatan

12
×

Pernyataan Lawas Rina Nose Soal LGBT Kembali Viral dan Tuai Perdebatan

Sebarkan artikel ini
pendapat-rina-nose-soal-lgbt-jadi-sorotan,-ucapannya-tuai-pro-kontra
pendapat rina nose soal lgbt jadi sorotan, ucapannya tuai pro kontra

Jakarta – Pernyataan lawas artis sekaligus presenter Rina Nose terkait isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) kembali menjadi sorotan publik. Topik ini mencuat setelah akun X @justikaru mengunggah ulang konten tersebut pada Senin, 6 Juli 2026.

Materi yang dibagikan berupa tangkapan layar dari fitur Instastory milik Rina. Meski konten tersebut sudah lama dibuat, pandangan sang komedian terhadap isu yang sensitif ini tetap memicu atensi serta perdebatan di ruang siber.

Isu LGBT di Indonesia memang kerap menjadi polemik yang memancing diskursus panjang. Hal ini dipengaruhi oleh perbedaan pandangan yang berpijak pada norma sosial, budaya, hingga nilai-nilai agama, sehingga setiap opini figur publik sering kali menuai pro dan kontra.

Dalam unggahan tersebut, Rina merespons pertanyaan warganet mengenai pandangan pribadinya terkait LGBT. Ia menegaskan tidak ingin menyalahkan siapapun atas kondisi yang dialami oleh individu terkait.

Menurut Rina, setiap orang tidak memiliki kendali untuk menentukan jati diri mereka saat dilahirkan. Ia merasa bahwa hal tersebut sudah terbentuk secara alami saat seseorang mulai menyadari keadaan dirinya.

“Ga ada seorangpun yang meminta diri mereka menjadi seperti apa ketika dilahirkan. Ketika mulai menyadari kedaan diri, ketika itu semua sudah terbentuk dengan sendirinya,” ujar Rina.

Lebih lanjut, Rina berpendapat bahwa LGBT bukanlah sebuah penyakit mental. Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dengan mendalami suatu persoalan sebelum melontarkan prasangka buruk atau penghakiman terhadap sesama.

“LGBT bukan penyakit. Bahkan organisasi kesehatan dunia (WHO) sudah menghapus LGBT sebagai gangguan mental. Indahnya cari tahu banyak hal sebelum menghukum seseorang dengan prasangka buruk,” sambungnya.

Warganet kemudian merespons pernyataan tersebut dengan beragam argumen. Sebagian pihak menilai langkah Rina sebagai wujud empati yang mengedepankan nilai kemanusiaan, sementara pihak lainnya tetap mengungkapkan ketidaksetujuan karena memiliki pandangan yang berbeda.

Selain menanggapi pertanyaan umum, Rina juga sempat merespons curahan hati seorang warganet yang mengaku telah menyadari orientasi seksualnya sebagai gay sejak duduk di bangku sekolah dasar. Warganet tersebut kala itu bertanya mengenai langkah yang harus diambil di tengah adanya tuntutan dari orang tua.