BeritaPolitik

Menlu Targetkan KTT D-8 Pacu Ekonomi Anggota Secara Nyata

120
×

Menlu Targetkan KTT D-8 Pacu Ekonomi Anggota Secara Nyata

Sebarkan artikel ini
menlu:-ktt-d-8-digelar-di-jakarta,-harap-hasilkan-kerja-sama-konkret
menlu: ktt d 8 digelar di jakarta, harap hasilkan kerja sama konkret

Jakarta – Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D-8) pada April 2026.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.

KTT D-8 diharapkan menghasilkan kerja sama konkret, terutama dalam penguatan ekonomi antarnegara anggota.

“Kita sedang menyusun substansinya. Intinya adalah bagaimana menjadikan KTT kali ini sebagai satu yang sifatnya konkret ya. Kemudian ada hasil-hasil yang nyata,” kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).

Pemerintah Indonesia tengah menyusun substansi pertemuan.

KTT D8 tahun ini diarahkan untuk menghasilkan langkah nyata yang berdampak langsung bagi negara anggota.

Fokus utama adalah memperkuat kerja sama ekonomi antarnegara anggota D8.

Sugiono menilai setiap negara anggota memiliki potensi ekonomi yang besar dan saling melengkapi.

“Karena masing-masing negara anggota ini punya kekuatan ekonomi masing-masing, yang kalau misalnya dipadukan itu justru merupakan satu kekuatan yang besar,” ujarnya.

Lokasi KTT D-8 rencananya di Jakarta.

Pemerintah RI menyiapkan sejumlah agenda penting dalam rangkaian kegiatan D8 tahun ini.

Selain KTT D-8, Indonesia juga akan menggelar Ocean Impact Summit di Bali.

Indonesia mengusulkan agar isu kelautan menjadi agenda baru dalam kerja sama D8.

Menurut Wamenlu Arief Havas Oegroseno, seluruh negara anggota D8 memiliki wilayah laut, namun isu tersebut belum menjadi fokus pembahasan.

“Jadi negara D8 itu semua punya laut, tapi D8 tidak pernah membahas mengenai laut. Jadi kita ingin D8 tahun ini juga punya agenda mengenai kelautan dunia. Itu sudah masuk di agenda,” kata Havas.

Undangan resmi telah dikirimkan kepada para kepala negara anggota D8.

Namun, konfirmasi kehadiran para pemimpin negara belum dapat disampaikan ke publik.

D-8 adalah organisasi kerja sama pembangunan yang didirikan pada 1997 oleh delapan negara berkembang yang sebagian besar tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).