Ecozone

Menakar Prospek Saham Golden Energy Usai Kinerja Kuartal I-2026 Turun

11
×

Menakar Prospek Saham Golden Energy Usai Kinerja Kuartal I-2026 Turun

Sebarkan artikel ini
40412930c7897b2ffd8b51654a6c89a8.jpg
40412930c7897b2ffd8b51654a6c89a8.jpg

Jakarta – Kinerja keuangan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mengalami kontraksi sepanjang kuartal I-2026. Emiten produsen batubara yang berafiliasi dengan Grup Sinar Mas ini mencatatkan penurunan pendapatan serta laba bersih dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan usaha GEMS pada kuartal pertama tahun ini mencapai US$ 582,60 juta. Angka tersebut mencerminkan penurunan sebesar 10,14 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari perolehan US$ 648,34 juta pada periode yang sama tahun 2025.

Distribusi pendapatan GEMS pada tiga bulan pertama 2026 didominasi oleh pasar luar negeri dengan nilai US$ 342,05 juta. Sementara itu, penjualan di pasar domestik menyumbang pendapatan sebesar US$ 240,54 juta. Mayoritas pendapatan ini diperoleh dari pihak ketiga yang mencapai US$ 574,43 juta, sedangkan transaksi dengan pihak berelasi tercatat sebesar US$ 8,17 juta.

Di sisi lain, perusahaan berhasil melakukan efisiensi pada pos beban. Beban pokok penjualan turun 3,21 persen yoy menjadi US$ 386,03 juta, dari sebelumnya US$ 398,85 juta. Beban usaha perusahaan juga terpangkas 14,60 persen yoy menjadi US$ 89,36 juta dari posisi sebelumnya US$ 104,64 juta.

Meski beban berhasil ditekan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tetap tergerus. Laba bersih GEMS tercatat sebesar US$ 79,90 juta, atau menyusut 29,45 persen dibandingkan laba bersih pada kuartal I-2025 yang mencapai US$ 113,47 juta.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menjelaskan bahwa perlambatan kinerja pada awal tahun dipicu oleh dua faktor utama. Pertama adalah koreksi harga batubara dari level puncaknya, dan kedua adalah keterlambatan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk produksi batubara.

Wafi menilai, GEMS masih memiliki peluang untuk memperbaiki kinerja keuangan pada semester II-2026. Hal tersebut sangat bergantung pada realisasi kebijakan relaksasi RKAB serta kemampuan perusahaan dalam mengejar ketertinggalan volume produksi.

“Target produksi dan penjualan sekitar 54 juta hingga 58 juta ton memang cukup ambisius. Namun, target tersebut masih bisa dicapai jika RKAB disetujui penuh dan akselerasi produksi pada kuartal II hingga kuartal III berjalan lancar,” ujar Wafi pada Jumat (19/6/2026).

Ia menambahkan, jika relaksasi RKAB kembali mengalami keterlambatan, terdapat risiko target produksi meleset di kisaran 10 persen hingga 15 persen. Selain itu, sentimen kebijakan ekspor sumber daya alam terpusat dan potensi revisi tarif royalti menjadi faktor yang dapat menekan margin perusahaan.

Pengamat Pasar Modal sekaligus Co-Founder AP Trading Insight Singapore, Kiswoyo Adi Joe, menyoroti dinamika harga komoditas global sebagai tantangan bagi GEMS. Mengingat batubara merupakan komoditas energi substitusi, tren pelemahan harga minyak dunia akibat meredanya konflik geopolitik di Timur Tengah berpotensi menekan harga batubara.

Kiswoyo menekankan pentingnya efisiensi di segala lini usaha untuk menjaga profitabilitas. Menurutnya, perusahaan harus mampu mengompensasi risiko penurunan harga dengan menjaga volume produksi dan penjualan tetap tinggi. Terkait prospek investasi, ia menyebut saham GEMS layak dicermati oleh investor dengan target harga wajar di level Rp 7.500 per saham.

96e5f6266300f6b20a72f06e6f1dccb5.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Usai pengumuman terbaru dari MSCI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,078% ke level 6.177,14 pada penutupan perdagangan Jumat (19/6), setelah sempat bergerak volatil dengan kecenderungan melemah. Berdasarkan tinjauan aksesibilitas pasar global yang dirilis MSCI pada Kamis (18/6), Indonesia mengalami penurunan level pada kriteria arus informasi dari positif menjadi negatif. Keputusan MSCI tersebut…

8126ab4f7b98eef2cf2f7ebdd8abe267.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pasar modal Indonesia kembali mendapat sorotan pasca MSCI merilis penilaian dan memberikan catatan. Dalam MSCI Global Market Accessibility Review yang dirilis Jumat (19/6/2026) dini hari waktu Indonesia, MSCI masih menyoroti beberapa hambatan struktural yang membuat akses pasar Indonesia dinilai kurang kompetitif dibanding negara emerging market lainnya. MSCI pun secara eksplisit menurunkan penilaian Information Flow dari…

f0a96d46f5e186131dda32492bd9ede8.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) berpotensi pemulihan, seiring stabilisasi harga batubara global dan efisiensi operasional yang dilakukan. Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan, prospek kinerja BSSR masih ditopang oleh harga batubara yang bertahan di atas US$ 65 per ton serta permintaan dari kawasan Asia yang relatif solid. “Kami melihat pemulihan kinerja BSSR…

023a32ebe42ed58cb376d336074ec2e9.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan ini dengan kinerja positif. Dalam sepekan terakhir, IHSG melesat 4,95% dan berakhir di level 6.177,13 pada penutupan perdagangan Jumat (19/6/2026). Penguatan tersebut terjadi meski pasar sempat dibayangi sentimen negatif dari keputusan MSCI, salah satu penyedia indeks global, yang menyoroti aspek transparansi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tekanan sentimen…

465cbbf2ad8b3280036a417fa7aae692.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Sabtu (20/6/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.668.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Jumat (19/6/2026) yang berada di level Rp 2.673.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.401.000 per gram. Harga…