Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan ribuan siswa mengalami gangguan kesehatan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 4.700 porsi MBG diduga menjadi penyebab masalah kesehatan tersebut.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan penemuan ini dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/9/2025). Ia menyesalkan kejadian ini dan menyatakan pihaknya akan memperketat mekanisme program.
“Sampai hari ini BGN sudah membuat satu miliar porsi makan, namun ada 4.700 yang menimbulkan gangguan kesehatan terhadap anak-anak, dan itu kami sesalkan,” ujar Dadan.
BGN telah melakukan pemetaan di tiga wilayah Indonesia untuk mengidentifikasi penyebab gangguan kesehatan. Hasilnya menunjukkan:
* Pulau Sumatra: 7 kasus, 1.281 orang mengalami gangguan kesehatan.
* Pulau Jawa: 27 kasus, 2.606 orang mengalami gangguan kesehatan.
* Kalimantan, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua: 11 kasus, 824 orang mengalami gangguan kesehatan.
Dadan menekankan pentingnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memulai dengan skala kecil. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko keracunan atau gangguan kesehatan pada siswa.
“Kita minta agar SPPG memulai dengan jumlah kecil,” katanya. Ia menyarankan SPPG melayani beberapa sekolah terlebih dahulu sebelum memperluas cakupan.
BGN juga menemukan bahwa sebagian besar kasus gangguan kesehatan terjadi pada SPPG baru. Dadan menjelaskan SPPG baru membutuhkan pembiasaan dan perlu melakukan mitigasi dini.
Terkait kasus di Banggai Kepulauan, Sulawesi Selatan, yang menyebabkan 329 orang mengalami gangguan kesehatan akibat pengolahan ikan cakalang yang kurang tepat, Dadan mengingatkan SPPG untuk berhati-hati dalam mengganti pemasok.
“Khususnya untuk cakalang kalau tidak membersihkan dengan baik, memang cakalang ini sangat rentan terhadap alergi,” pungkasnya.












