Berita

KLH Gerak Cepat Uji Gas Beracun Pascakebakaran Gudang Pestisida Tangsel

110
×

KLH Gerak Cepat Uji Gas Beracun Pascakebakaran Gudang Pestisida Tangsel

Sebarkan artikel ini
klh-uji-kandungan-gas-beracun-gudang-pestisida-tangsel-pascakebakaran
klh uji kandungan gas beracun gudang pestisida tangsel pascakebakaran

Tangerang Selatan – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menerjunkan tim khusus. Mereka bertugas menguji potensi paparan gas beracun di gudang pestisida Taman Tekno BSD.

Langkah ini diambil pasca kebakaran beberapa waktu lalu. Tujuannya, memastikan keamanan udara di sekitar lokasi dari sisa bahan kimia.

Tim dilengkapi peralatan khusus. Fungsinya mendeteksi gas berbahaya dan memetakan penanganan lanjutan.

“Kami menugaskan tim yang berpengalaman,” ujar Deputi Bidang PPKL KLH, Rasio Ridho Sani, di Setu, Jumat (13/2).

Parameter yang diuji meliputi hidrogen sulfida (H2S), karbon monoksida (CO), dan amonia (NH3). Hasil sementara menunjukkan ketiganya terdeteksi di dalam gudang.

KLH menyiapkan langkah lanjutan. Identifikasi dan pemindahan sisa bahan kimia jadi prioritas.

“Kami mengecek bahan kimia apa saja yang perlu segera dipindahkan,” kata Rasio.

Konsentrasi gas berbahaya tinggi berpotensi memicu pencemaran udara. Bau sisa bahan kimia masih tercium. KLH ingin memastikan keamanan warga dan pekerja.

Sampel udara juga diambil untuk diuji di laboratorium. Hasilnya jadi dasar penentuan langkah berikutnya. Termasuk potensi pembatasan aktivitas di sekitar area terdampak.

Wakil Menteri LHK, Diaz Hendropriyono, memastikan bara asap di gudang telah padam (14/2). Sejumlah drum biru akan dipindahkan.

“Tadi pagi memang masih terasa bau menyengat,” kata Diaz.

Tim pemadam tidak menyiram air untuk mencegah reaksi kimia berbahaya. “Tim lalu menimbun dengan pasir,” ujarnya.

Gudang pestisida di Kecamatan Setu terbakar pada Senin (9/2). Api padam setelah 7 jam.

Kebakaran mencemari Sungai Cisadane. Banyak ikan mati dan air sungai berubah warna.