Berita

Khofifah Pastikan Harga Beras SPHP Terjangkau di Pasar Surabaya

126
×

Khofifah Pastikan Harga Beras SPHP Terjangkau di Pasar Surabaya

Sebarkan artikel ini
soal-harga-beras,-gubernur-jatim:-di-pasar-soponyono-surabaya-tidak-di-atas-het
soal harga beras, gubernur jatim: di pasar soponyono surabaya tidak di atas het

Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjamin harga beras medium Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap terjangkau bagi masyarakat. Harga jual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram.

Kepastian ini disampaikan Khofifah saat meninjau Pasar Soponyono, Surabaya, Senin (26/8/2024).

“Beras menjadi konsumsi utama keluarga. Saya ingin memastikan distribusi SPHP terjangkau masyarakat,” kata Khofifah.

Khofifah menambahkan, harga SPHP di Pasar Soponyono relatif stabil dan tidak melebihi HET.

Dalam kunjungannya, Khofifah berdialog dengan pedagang pasar terkait pasokan beras medium. Ia juga membagikan beras SPHP kemasan 5 kilogram kepada pembeli.

Pantauan di Pasar Soponyono menunjukkan harga beras premium Rp15.000 per kilogram, sedikit di atas HET Rp14.900 per kilogram.

Gubernur meminta Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) meningkatkan pasokan beras SPHP untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain beras, Khofifah juga mengecek harga komoditas lain. Data per 24 Agustus 2024 menunjukkan harga gula pasir Rp17.000/kg (HET Rp17.500), minyak goreng curah Rp19.000/kg, dan minyak goreng kemasan Minyakita Rp17.000/kg (HET Rp15.700).

Harga tepung terigu tercatat Rp12.500/kg. Komoditas hortikultura menunjukkan tren positif, di antaranya cabai merah besar Rp27.000/kg, cabai rawit merah Rp22.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, dan bawang putih Rp34.000/kg.

“Kami mencatat beberapa komoditas harganya masih sedikit di atas HET, seperti beras premium dan minyak goreng Minyakita,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan, pengendalian harga membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, Pemprov Jatim, Bulog, pedagang, hingga kepala pasar.

Pemprov Jatim melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan intervensi harga melalui operasi pasar, pasar murah, dan bazar sembako.

“Pemerintah akan terus hadir menjaga stabilitas pangan. Kita ingin memastikan masyarakat Jawa Timur merasakan manfaat program stabilisasi ini,” pungkasnya.